Polres Bandung Gagalkan Selundupan Sabu dalam Kacang

Polres Bandung Gagalkan Selundupan Sabu dalam Kacang

Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan saat ekspose kasus pengungkapan penyelundupan narkoba ke lapas narkoba Jelekong di Mapolres Bandung, Rabu 30 Mei 2018. (foto - ist)

Bandung - Jajaran Satnarkoba Polres Bandung berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba yang dilakukan oleh dua orang kurir ke Lapas Narkoba Jelekong Kabupaten Bandung. Narkoba jenis sabu itu dimasukkan ke dalam cangkang kacang.

"Ini Modus baru, narkoba dimasukan ke dalam bungkus kacang, sehingga yan tampak dari luar memang hanya kacang," sebut Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan saat ekspose kasus pengungkapan penyelundupan narkoba ke lapas narkoba Jelekong di Mapolres Bandung, Rabu (30/5/2018).

Aksi penyelundupan itu diketahui pada 24 Mei, saat petugas sipir menaruh curiga terhadap dua orang yang akan membesuk salah seorang napi. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan bingkisan sabu yang dimasukkan pada cangkang kacang.

"Tanggal 24 Mei 2018 sekitar pukul 10.30 ada 2 orang yang diduga berpura-pura mengantar atau membesuk napi di Lapas Jelekong. Oleh petugas sipir diperiksa dan ditemukan benda yang diduga narkoba. Petugas sipir lalu memberitahu kepada kami, dan kami menindak-lanjuti dan melakukan penggeledahan di tempat yang diduga sebagai pemesan," katanya.

Kedua orang yang ditangkap hanya bertindak sebagai kurir yang ditugaskan untuk mengantar bingkisan sabu kepada salah seorang pemesan yang merupakan narapidana di Lapas Jelekong. "Ia kurir, jadi ada pemesan dari dalam, lalu dia mengantarkan. Total ada 11 paket yang diantarkan," katanya.

Untuk pemesan akan dilakukan pemeriksaan lanjutan. Jika terbukti benar, dia akan menjalani 2 masa hukuman atas kasus sebelumnya dan kasus terbaru. "Kita akan buktikan, kalau dia terlibat atau terbukti, maka dia akan terkena hukuman double," tegas Indra.

Untuk mencegah penyelundupan narkoba ke dalam lapas, Indra mengaku akan lebih meningkatkan koordinasi dengan pihak lapas. Pasalnya, tidak tertutup kemungkinan di dalam lapas masih ada banyak pemesan narkoba. "Ke depan kita akan lebih sering lagi berkoordinasi dengan pihak lapas. Dengan adanya kejadian ini kemungkinan di dalam masih ramai juga para napi yang masih menggunakan narkoba".

Salah seorang pelaku, DD (29) mengaku, dirinya disuruh oleh salah seorang temannya untuk memasukan sabu ke dalam cangkang kacang. Selanjutnya, cangkang kacang tersebut dilem agar terlihat seperti kacang pada umumnya.
 
"Itu dari temen saya, disusuh gitu dan dirapet dengan memakai lem," aku DD. Karena bertindak hanya sebagai kurir, ia tidak mengetahui berapa harga paket sabu itu. Ia mengaku hanya disuruh untuk mengantarkan dengan upah Rp 500 ribu. "Sekali kirim dikasih Rp 500 ribu," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,