Sejumlah Kalangan Kecam 'Salam Metal' Bupati Purbalingga

Sejumlah Kalangan Kecam 'Salam Metal' Bupati Purbalingga

Bupati Purbalingga Tasdi yang ditangkap lewat OTT KPK acungkan salam metal. (foto - ant)

Jakarta - Dengan ekspresi wajah yang cenderung datar, namun tangan kanan Bupati Purbalingga yang tertangkap KPK itu terangkat. Jempol, telunjuk dan kelingkingnya mengacung, sedangkan 2 jari lainnya ditekuk. Gestur jari itu biasa disebut salam metal.
 
PDI Perjuangan partai yang menaungi Tasdi menyebutkan, sikap kadernya itu sungguh memalukan. Namun demikian, apa yang dilakukan Tasdi dimaklumi karena posisinya yang baru saja ditangkap.
 
"Malu dan sedih karena OTT sesuatu yang memalukan, nggak sesuai dengan simbol metal yang harusnya dimaknai dengan tekad politik berkeadaban, integritas dan moralitas nasionalisme. Jadi ada ekspresi yang asimetris dengan konteksnya".
 
"Sungguh memprihatinkan dan menyedihkan," sebut Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan PDIP Eva Kusuma Sundari, Selasa (5/6/2018). Namun manusiawi, kita paham dalam situasi emergency, misalnya orang mau tenggelam, maka panik".
 
Partai politik lain tampak mengecam apa yang dilakukan Tasdi. Seperti disampaikan Ketua DPP Gerindra Habiburokhman yang menilai, Tasdi seakan menantang KPK. Untuk itu, hak politik Tasdi diminta untuk dicabut karena aksi salam metalnya.
 
Kecaman lain muncul dari PPP hingga PKB. Sekjen PPP Arsul Sani menyebutkan, Tasdi merupakan akting yang berlebihan. Begitu pun Wasekjen PKB Daniel Johan mengatakan, apa yang dilakukan Tasdi tak pantas. "Jangan berakting yang berlebihan," kata Arsul.

"Saya mengusulkan agar gestur koruptor yang tidak menunjukkan rasa menyesal dan malu ketika tertangkap, dijadikan alasan pemberat ketika majelis hakim menjatuhkan pidana. Selain itu, koruptor seperti itu juga harus dikenakan pidana tambahan, berupa pencabutan hak politik sebagaimana diatur dalam Pasal 17 dan 18 UU Tindak Pidana Korupsi," tegas Habiburokhman.

"Gestur salam metal yang ditunjukkan Bupati Purbalingga setelah ditangkap KPK dalam OTT adalah lambang arogansi koruptor. Bukannya malu dan menutup wajah, ia justru seolah menantang KPK dan publik dengan menunjukkan gestur itu," katanya.

Wasekjen Partai Golkar Sarmuji geleng-geleng kepala melihat tingkah Tasdi. Seorang pejabat publik seharusnya memiliki ukuran kepatutan diri. "Saya tidak habis mengerti kenapa orang yang terkena OTT melakukan salam metal, selain karena ukuran kepatutannya sudah hilang," kata Sarmuji.

Sementara itu pakar gestur, Handoko Gani mengamati rekaman peristiwa saat Tasdi datang ke KPK sebelum beraksi salam metal. "Peristiwa itu diawali dengan permintaan seseorang, 'Buka maskernya, aduh, biar tenar dikitlah!' Barulah ia mengacungkan salam metal," kata Handoko Gani.

Handoko mengamati, Tasdi mengangkat lengan kanan dan tangannya membentuk salam metal. Lengan kirinya juga diangkat, namun gesturnya tidak membentuk salam metal. Tangan kanan dan kiri tidak selaras.

"Karena di otak banyak emosi dan rasa takut, maka gerakan tubuhnya tidak selaras. Jadi ini bukan gestur perasaan tidak bersalah. Ini bukan juga gestur berani karena benar. Kalau demikian, wajahnya akan senyum, berteriak, tangan kanan dan kiri selaras. Ini tidak demikian. Ini kemungkinan gestur 'sok berani', karena sebenarnya ada rasa takut," kata Handoko. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,