Korban Tewas Erupsi Fuego Terus Bertambah Capai 69 orang

Korban Tewas Erupsi Fuego Terus Bertambah Capai 69 orang

Erupsi Gunung Fuego di Guatemala. (foto - Caters News Agency)

Guatemala City - Korban tewas akibat erupsi Gunung Fuego terus bertambah hingga mencapai 69 orang. Para keluarga mulai putus asa mencari orang tercinta mereka di kamar mayat dadakan, dan mereka menyusuri jalanan yang diselimuti abu vulkanis tebal.
 
Dilansir Reuters, Selasa (5/6/2018) jumlah korban tewas bertambah seiring petugas penyelamat mengevakuasi jenazah korban dari puing di desa El Rodeo, yang merupakan wilayah terdampak paling parah. Namun, baru sedikit korban yang berhasil diidentifikasi.
 
Warga mendatangi kamar mayat dadakan, termasuk di Escuintla yang berjarak 30 km dari lokasi erupsi. Fransisco Quiche (46) memberikan sampel darahnya untuk membantu identifikasi jenazah yang diyakini putranya. Setelah dievakuasi dari kota El Rodeo, Quiche kembali untuk mencari putra dan menantunya.
 
Ia pun mendapati jenazah pria di dalam rumahnya yang diselimut abu. "Kami punya waktu untuk pergi syukurlah, tapi saya menyesal atas kepergian putra dan menantu saya. Putra saya baru berusia 22 tahun, sama seperti menantu saya yang mengharapkan seorang bayi," katanya.
 
Seperti diketahui, erupsi Gunung Fuego setinggi 3.763 meter yang terjadi pada Minggu 4 Juni, tercatat sebagai yang terbesar dalam empat dekade terakhir ini. Akibat erupsi tersebut menyebabkan Bandara Internasional Guatemala pun untuk sementara ditutup total.
 
Badan Penanggulangan Bencana Nasional Guatemala atau Conred mengumumkan, jumlah korban tewas saat ini mencapai 69 orang. Dari jumlah itu, menurut Kepala Institut Forensik Nasional, Fanuel Garcia baru 17 korban tewas yang teridentifikasi.
 
Sekitar 46 orang lainnya mengalami luka-luka yang sebagian besar mengalami luka serius. Otoritas setempat menyebutkan, lebih dari 1,7 juta orang terkena dampak erupsi Gunung Fuego. Sebanyak 3.271 warga diminta mengungsi, dan sebanyak 1.787 kamp pengungsian dibangun di wilayah Escuintla, Sacatepequez dan Chimaltenango.
 
Gunung api itu memuntahkan abu dan kepulan asap pekat setinggi 10 kilometer ke udara. Kecepatan dan keganasan erupsi mengejutkan banyak orang, dengan kebanyakan korban tewas ditemukan di sekitar dan di dalam rumah. Sejumlah korban tewas akibat terkena awan panas yang bergerak cepat. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,