Wanita Culik Bayi Usia 5 Hari di Bandung, Ini Pengakuannya

Wanita Culik Bayi Usia 5 Hari di Bandung, Ini Pengakuannya

Ini pengakuan LM (24), penculik bayi berumur lima hari yang ditangkap Satreskrim Polrestabes Bandung. (foto - ist)

Bandung - Leni Marlina  (24),  penculik bayi berumur lima hari  telah ditangkap jajaran Satreskrim Polrestabes Bandung di kediamannya, Jumat 13 Juli. Alasan LM melakukan perbuatan itu, karena dirinya khawatir kehilangan suami karena ia mengalami keguguran.
 
"Saya takut kehilangan suami saya, tadinya hamil lima bulan kemudian keguguran, karena stres gara-gara masalah rumah tangga," aku LM. Sambil terisak, wanita itu menceritakan penyebab keguguran bayinya akibat minum-minuman keras yang ditenggak bersama teman-temannya.
 
"Ada teman saya ngajak minum-minum, jadi keguguran sekitar bulan Januari lalu," aku LM. Ia pun tidak berani memberitahukan peristiwa yang menimpa kandungannya kepada suaminya, lantaran takut dan cemas suaminya meninggalkannya. Apalagi, ini merupakan keguguran yang keduakali baginya.
 
Untuk menutupinya, LM terpaksa menculik bayi Siti Nurcahyati (24), teman yang baru dikenalnya beberapa minggu di Puskemas Cipamokolan. "Saya kenal korban dua minggu, saya juga ambil bayinya. Awalnya, pas di rumahnya belum ada rencana, tapi lihat bayi jadi kepikiran buat ambil," katanya.
 
Bayi itu diculiknya saat kondisi rumah dalam keadaan sepi karena Siti dimintanya untuk membeli bakso. Kesempatan itu dimanfaatkan LM untuk menculik bayi mungil tersebut. Ia membawa bayi itu dengan cara memasukkannya ke dalam tas besar.
 
Ia lalu pergi dari rumah itu menuju sebuah klinik di Binong. "Saya pulang ke rumah dijemput mertua sama suami di depan klinik Binong," katanya. Kepada suami dan mertuanya, LM mengaku bayi itu adalah anak yang baru saja ia lahirkan. "Saya bilangnya lahirin anak, suami dan mertua enggak curiga. Di rumah bayi itu dirawat," katanya.
 
Korban yang mendapati bayinya hilang, lalu melaporkannya ke Polsek Sukasari dan Mapolrestabes Bandung. Tidak lama bayi berumur lima hari itu pun kembali ke pangkuan ibunya. Sementara itu, LM ditangkap di kediamannya yang tidak jauh dari kediaman korban.
 
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 83 Jo Pasal 76F UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2014, tentang perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman pidananya 15 tahun penjara. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,