Pemkot Perlu Sosialisasikan Bangunan Cagar Budaya

Pemkot Perlu Sosialisasikan Bangunan Cagar Budaya

Walikota Ridwan Kamil saksikan petugas menyegel bangunan cagar budaya di Jalan Gator Subroto Bandung. (foto - ist)

Bandung - Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Folmer Silalahi menyesalkan tindakan perusakan, terhadap salah satu bangunan bersejarah karya Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno di Jalan Gatot Subroto No 54. Kota Bandung.
 
Menurut Folmer, kejadian itu harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak, mulai dari pemerhati cagar budaya, pemerintah kota serta DPRD. "Kita semua harus sadar untuk menjaga semua cagar budaya di Kota Bandung," katanya, Senin (23/7/2018).
 
Pemkot Bandung, lanjutnya, kurang menyosialisasikan pemeliharaan bangunan cagar budaya yang kini dimiliki oleh perorangan. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Folmer ingin setiap bangunan cagar budaya diberi penanda, berupa plakat atau piagam penghargaan.
 
"Para pemiliknya harus diberi pemahaman. Proses pemugaran dan peralihan fungsi bangunan cagar budaya yang sudah milik perorangan itu harus seizin Pemkot. Jangankan mengubah bentuk, berubah kepemilikan juga harus diketahui Pemkot Bandung," tegasnya.
 
Tidak menutup kemungkinan, bangunan cagar budaya itu menjadi wisata sejarah meski sudah dijadikan rumah tinggal. Namun pemerintah juga harus memberikan intensif kepada para pemilik, seperti keringanan Pajak Bumi Bangunan (PBB).
 
"Kebanyakan bangunan cagar budaya tersebut terletak di pusat kota, sehingga pemilik berusaha meningkatkan nilai ekonominya dengan mengubah bangunan tanpa melalui prosedur yang berlaku," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,