BPOM Gerebek Gudang Obat & Kosmetik Ilegal Rp 41,5 Miliar

BPOM Gerebek Gudang Obat & Kosmetik Ilegal Rp 41,5 Miliar

Penggerebekan gudang obat dan kosmetik ilegal di kawasan pergudangan Surya Balaraja Kabupaten Tangerang. (foto - ist)

Serang - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) bersama Polda Banten, Polsek Balaraja, Dinkes Kabupaten Tangerang menggerebek gudang penyimpanan obat dan kosmetik ilegal di kawasan pergudangan Surya Balaraja Kabupaten Tangerang. Barang bukti obat dan kosmetik dari 3 gudang itu ditaksir mencapai Rp 41,5 miliar.
 
"Ini temuan terbesar setelah temuan di DKI Jakarta dengan senilai Rp 15 miliar," sebut Plh Kepala BPOM RI Hendri Siswadi saat konferensi pers di halaman kantor BPOM Serang Kota Serang, Selasa (7/8/2018).
 
Temuan itu merupakan hasil pengembangan dari kasus temuan serupa BPOM di kawasan Kapuk Muara Jakarta Utara pekan lalu. Produk yang ditemukan di Balaraja memiliki kesamaan dengan yang ada di Muara Kapuk. Selain tak memiliki izin, produk yang diamankan diduga mengandung zat berbahaya.
 
"Operasi tersebut merupakan upaya kami dalam menghentikan peredaran produk ilegal. Kami akan menelusuri lebih lanjut untuk mengungkap jaringan peredaran produk ilegal itu," tegasnya.
 
Dari penggerebekan ditemukan 3.830 tong bahan baku krim kosmetik, ribuan item produk jadi, ribuan item obat tradisional serta 148 rol bahan kemasan primer kosmetik. Merek produk yang ditemukan antara lain Temu Lawak Two Way Cake, New Papaya Whitening Soap, Collagen Plus, NYX Pensil Alis, MAC Pensil Alis, Revlon Pensil Alis, Pi Kang Shuang, Fluocinamide Ointment, dan Gingseng Royak Jelly Merah.
 
"Barang bukti belum dibawa semua. Dari kemarin secara bertahap kita bawa dari gudang tersebut," ungkapnya. Saat penggerebekan di lapangan ada penanggung jawab yang sudah diperiksa sementara sebagai saksi.
 
"Semalam sudah dua orang di-BAP. Masih ada aktor intelektual yang belum bisa kami sampaikan ke media. Masih kami dalami. Orangnya biasanya di luar Banten. Produk ini ditemukan di hampir semua wilayah Indonesia. Dari hasil temuan kami perkirakan ini sudah lama beredar di masyarakat," tambahnya.
 
Para pelaku diduga melanggar Pasal 196 dan 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar. Pelaku juga dijerat Pasal 62 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,