KPK Keluarkan Sprindik, Idrus Marham Mundur dari Mensos

KPK Keluarkan Sprindik, Idrus Marham Mundur dari Mensos

Idrus Marham mengundurkan diri dari jabatan Menteri Sosial. (foto - ist)

Jakarta - Idrus Marham mengundurkan diri dari jabatan Menteri Sosial,  termasuk kepengurusannya di Partai Golkar. Idrus sudah mengajukan surat permohonan diri sebagai Mensos kepada Presiden Jokowi, Jumat (24/8/2018) siang.
 
Saat ditanya soal alasan pengunduran dirinya, Idrus Marham mengatakan hendak berkonsentrasi menghadapi proses hukum yang tengah menjeratnya. Ia mengakui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik), berarti statusnya yang semula sebagai saksi segera menjadi tersangka.
 
"Pada hari ini, tadi saya menghadap Bapak Presiden pukul 10.30 WIB. Saya lakukan ini setelah kemarin saya mendapatkan surat pemberitahuan tentang penyidikan saya terkait kasus yang dilakukan oleh Enny dan Koco. Berdasarkan surat itu, saya mengambil langkah, maka itu saya menghadap Presiden untuk mengajukan surat pengunduran diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral saya".
 
Idrus juga mengaku telah mengajukan surat pengunduran diri dari kepengurusannya di Partai Golkar. Surat pengunduran tersebut juga telah dikirimkan kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
 
Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengaku belum tahu isu soal mundurnya Menteri Sosial Idrus Marham dari kabinet kerja. Ia justru tampak kaget mendengar kabar itu. "Belum dengar saya," aku JK.
 
JK sendiri terakhir kali berjumpa dengan Idrus saat berkunjung ke Lombok pada 21 Agustus lalu. Ia mengaku kecewa jika politikus Golkar itu benar mengundurkan diri sebagai Mensos. Meski demikian, pengunduran diri itu merupakan hak Idrus.
 
Ia menyamakan dengan isu akan mundurnya Idrus dengan mundurnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi dari PAN Asman Abnur beberapa waktu lalu. Asman mundur lantaran berbeda koalisi dukungan pada Pilpres 2019.
 
Idrus Marhan tampak keluar dari Gerbang Kompleks Istana sekitar 11.00 WIB bersama Tenaga Ahli Deputi IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin. Keduanya lalu menaiki mobil golf yang disetir seorang anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
 
Ia tak banyak berkomentar saat dikonfirmasi dirinya mengundurkan diri karena diduga terlibat dalam perkara suap proyek PLTU Riau-I. "Nanti ya nanti tak jelasin," kata Idrus sambil berusaha jalan menghindari wartawan di pintu keamanan. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,