Leverkusen Ingin Hapus Label "Neverkusen"

Leverkusen Ingin Hapus Label

Leverkusen Ingin Hapus Label "Neverkusen"

Berlin - Untuk klub yang terbiasa jatuh pada hadangan terakhir, Bayer Leverkusen, menduduki posisi dominan di Grup C Liga Champions sebelum berhadapan dengan AS Monaco pada satu pertandingan sebelum pertandingan terakhir fase grup pada Rabu (26/11/2014).
 
Satu angka akan cukup untuk membawa mereka ke fase gugur dengan sisa satu pertandingan yang belum dimainkan, dan kemenangan akan memastikan mereka finis di puncak klasemen grup.
 
Klub yang berjuluk "Neverkusen," karena berulang kali nyaris meraih gelar juara, tampil cukup efektif di Eropa pada musim ini.
 
Setelah kalah pada pertandingan pembukaan dari Monaco meski mendominasi dan menyia-nyiakan berbagai peluang, tim Jerman itu mendulang tiga kemenangan beruntun untuk menghuni puncak klasemen grup dengan sembilan angka, sehingga rival Prancis mereka hanya menduduki peringkat kedua dengan lima angka.
 
Dengan tambahan Karim Bellarabi dan pengatur permainan Hakan Calhanoglu pada musim ini, Leverkusen mendapat daya gedor yang layak diperhitungkan terhadap serangan mereka dan sang penyerang mendapatkan penghargaannya dengan dipanggil masuk timnas Jerman.
 
Kemenangan 3-1 Leverkusen atas Hanover pada Sabtu merupakan kemenangan pertama mereka dari sembilan pertandingan Liga Jerman, dan terdapat kabar baik lainnya dengan Stefan Kiessling mencetak gol perdana untuk pertama kalinya sejak Agustus.
 
"Untuk menang 3-1 menuju pekan ini merupakan suatu penambah semangat, tidak diragukan lagi," kata pencetak gol Gonzalo Castro. "Sekarang kami memiliki nama-nama besar di depan kami." Dengan Castro dan kapten Simon Rolfes kembali bermain pada pekan lalu setelah absen lama akibat cedera, pelatih Roger Schmidt akan memiliki lebih banyak pilihan untuk memainkan gaya menyerang khasnya itu.
 
"Itu hanya dapat berjalan jika semua orang bekerja sama," kata Schmidt. "Itu adalah tantangan untuk dilakukan pada setiap pertandingan, namun melawan Hamover kami tetap fokus dan disiplin, dan kami melakukannya dengan baik." Monaco, di sisi lain, mengalami kesulitan di Liga Prancis dan berniat menebusnya di Eropa.
 
Hasil imbang 2-2 saat melawan Caen pada Sabtu membuat mereka menghuni peringkat kedelapan di liga, tertinggal 11 angka dari pemuncak klasemen Olympique Marseille.
 
"Tim memiliki dua masalah besar," kata pelatih Leonardo Jardim yang frustrasi. "Kurangnya efisiensi karena kami menciptakan peluang-peluang namun mencetak gol yang terlalu sedikit, dan mentalitas rata-rata." Monaco, yang telah gagal mencetak gol pada lima dari enam pertandingan tandangnya di Liag Champions, mengetahui bahwa minimnya gol akan merugikan mereka pada Rabu (26/11/2014). (AY)
.

Categories:Sepak bola,
Tags:sepak-bola,