19 Wanita Terapis di Bengkulu Digelandang Petugas Satpol PP

19 Wanita Terapis di Bengkulu Digelandang Petugas Satpol PP

19 terapis di Bengkulu digelandang petugas Satpol PP. (foto - ilustrasi

Mukomuko - Sedikitnya 19 perempuan yang bekerja di sejumlah panti pijat tradisional dan tempat hiburan di Kota Mukomuko Bengkulu, terjaring razia operasi penyakit masyarakat (Pekat) Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran setempat.
 
"Pada awalnya delapan perempuan di dua usaha panti pijat di Kelurahan Koto Jaya yang terjaring operasi pekat. Lalu sebanyak 11 orang perempuan di wilayah Kelurahan Bandar Ratu," kata Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran setempat Ramdani, Senin (24/9/2018).
 
Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran setempat saat ini rutin melakukan operasi guna pemberantasan penyakit masyarakat di sejumlah tempat usaha panti pijat di daerah itu.
 
Menurutnya, sebanyak delapan perempuan yang bekerja di dua tempat usaha yang tidak memiliki izin operasi tersebut terjaring operasi, karena tidak bisa menunjukkan sertifikat pelatihan sebagai tukang pijat atau 'terapis'.
 
Selain itu, mayoritas dari delapan perempuan yang bekerja di dua tempat usaha panti pijat di Kelurahan Koto Jaya tersebut tidak bisa menunjukkan surat domisili di daerah itu.
 
Begitu pun dengan sebagian besar dari 11 perempuan yang bekerja di tempat usaha panti pijat dan hiburan malam tidak bisa menunjukkan surat domisili kepada petugas Satpol PP. Saat ini mayoritas perempuan yang berasal dari luar daerah bersedia kembali ke tempat asalnya.

Instansinya juga memberikan teguran keras kepada dua pemilik usaha panti pijat dan tempat hiburan tersebut, agar mereka melakukan aktivitas sesuai izin. Bagi yang belum ada izin jangan melakukan aktivitas terlebih dahulu. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,