Kereta Cepat Haramain Pangkas Waktu Mekah - Madinah

Kereta Cepat Haramain Pangkas Waktu Mekah - Madinah

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud resmikan pengoperasian Kereta Cepat Haramain Rail Line. (foto - Reuters)

Jeddah - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud meresmikan pengoperasian Kereta Cepat Haramain Rail Line, menyambungkan antara Mekah dan Madinah.
 
Jalur kereta api Haramain sepanjang 450 km itu menghubungkan sejumlah kota penting di Saudi mulai dari Mekah, Jeddah, Bandara Internasional King Abdulaziz hingga Kota Raja Abdullah di Rabigh dan Madinah.
 
"Kami bersyukur kepada Allah atas pertumbuhan dan kemakmuran di semua bidang di negara kami, dan kami berterima kasih kepada Allah SWT atas rahmat-Nya. Terima kasih," kata Raja Salman seperti dilansir Arabian Business, Rabu (26/9/2018).
 
Sebuah konsorsium termasuk 12 perusahaan Spanyol bersama dengan dua perusahaan Saudi, telah ditugaskan untuk membangun fase kedua proyek tersebut. Tahap awal, rute jalur yang bisa dilalui antara Mekah dan Madinah. Sedangkan jadwal perjalanan harian tersedia selama empat hari yakni Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu.
 
"Peresmian itu tonggak sejarah bagi para teknisi Spanyol, yang telah menunjukkan kemampuan perusahaan dan insinyur kami untuk membangun kereta berkecepatan tinggi di bawah kondisi cuaca ekstrem," kata Duta Besar Spanyol untuk Arab Saudi Alvaro Iranzo.
 
Peresmian dihadiri pula oleh Putra Mahkota Mohammad Bin Salman dan pejabat Saudi lainnya, serta Dubes Spanyol untuk Arab Saudi, Alvaro Iranzo dan presiden Konsorsium Spanyol Kecepatan Tinggi, Jorge Segrelles.
 
Layanan kereta itu akan dimulai pada 4 Oktober 2018. Direktur Eksekutif perusahaan kereta api Saudi Bashar Al Malik berharap, dengan menggunakan kereta cepat dapat mengatasi kesulitan dan hambatan yang selama ini datang karena badai pasir.
 
Kereta reguler akan mulai beroperasi di jalur mulai bulan depan antara stasiun Mekah Al Mukarramah, Madinah, Sulaymaniyah di Jeddah dan Raja Abdullah Economic City. Sementara kereta ke Bandara Internasional Raja Abdulaziz Jeddah akan dimulai sekitar pertengahan 2019.
 
Diharapkan, jalur itu bisa menggandakan jumlah pengunjung dan peziarah ke kota suci dan sejalan dengan rencana pembangunan Arab Saudi, Visi 2030. Tujuannya untuk memperluas ekonomi dan mengurangi ketergantungannya pada minyak.

Kereta itu total memiliki 35 gerbong masing-masing dapat mengangkut hingga 417 orang. Layanan itu dapat mengangkut sekitar 60 juta penumpang setiap tahun. Kereta akan memangkas jarak antara Mekah dan Madinah dalam waktu kurang dari dua jam, atau separuh waktu tempuh jarak yang sama lewat jalur darat. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,