Wanita Telanjang Dada 'Sambut' Rombongan Trump di Paris

Wanita Telanjang Dada 'Sambut' Rombongan Trump di Paris

Wanita toples protes rombongan Trump diamankan petugas di Paris. (foto - Reuters)

Paris - Rombongan  Presiden  Amerika  Serikat  (AS)  Donald  Trump  disambut  protes  seorang  demonstran  perempuan dengan bertelanjang dada, saat melaju di jalanan Paris Perancis dalam peringatan berakhirnya Perang Dunia I.
 
Dilansir Reuters, Senin (12/11/2018) di bagian dada demonstran perempuan tersebut terdapat tulisan berbunyi 'Fake Peacemaker'. Demonstran perempuan itu berhasil mendekat hingga hanya beberapa meter dari iring-iringan Trump, sebelum akhirnya diamankan sejumlah polisi setempat.
 
Insiden tersebut terjadi di kawasan Champs Elysees Paris, pada Minggu 11 November waktu setempat. Sejumlah gambar dari lokasi insiden itu menunjukkan, seorang perempuan bertelanjang dada mengangkat kedua tangannya ke atas.
 
Seorang polisi memegangi tangannya dan satu polisi lainnya memegangi pinggangnya. Gambar lainnya menunjukkan demonstran perempuan itu tergeletak di atas aspal, dengan tiga polisi mengelilinginya.
 
Gambar tersebut tampaknya diambil saat demonstran itu dievakuasi ke pinggir jalan dan menjauhi rombongan Trump. Insiden semacam ini memicu pertanyaan soal keamanan dalam acara penting yang dihadiri sekitar 70 pemimpin dunia itu.
 
Kelompok aktivis feminis radikal, Femen yang berbasis di Paris menyatakan, pihaknya mendalangi aksi itu. Diketahui, Femen memang kerap melakukan unjuk rasa bertelanjang dada untuk melawan berbagai isu. Mulai dari seksisme, rasialisme, homofobia, dan berbagai isu politik serta sosial lainnya.
 
Kepolisian Paris dalam pernyataannya menyebutkan, pihaknya menangkap dua orang terkait insiden tersebut. Tidak disebutkan lebih lanjut mengenai siapa satu orang lainnya yang ditangkap.
 
Dalam peringatan berakhirnya Perang Dunia I itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron bersama para pemimpin dunia mengikuti seremoni di Arc de Triomphe, tempat para tentara tak dikenal gugur dalam Perang Dunia I dimakamkan.
 
Selain Macron dan Donald Trump, pemimpin dunia lainnya yang turut hadir dalam acara tersebut antara lain Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
 
Sebelumnya, pada Sabtu 10 November Trump menuai kritikan karena batal hadir dalam seremoni untuk menghormati tentara dan marinir AS yang gugur dalam Perang Dunia I. Seremoni itu digelar di Aisne-Marne American Cemetery di Belleau, berjarak 85 km sebelah timur Paris.
 
Sementara itu, Gedung Putih menyebut pembatalan kehadiran di menit-menit akhir itu karena hujan ringan yang terus mengguyur, dan awan yang rendah yang membuat helikopter Trump kesulitan terbang ke lokasi.
 
Pembatalan tersebut telah memicu berbagai kritikan keras di media sosial, termasuk dari kalangan pejabat Inggris dan AS yang menyebut Trump sama saja 'tidak menghormati' para tentara AS yang gugur dalam perang. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,