Susi Dirikan Dapur Umum dan Posko Banjir di Pangandaran

Susi Dirikan Dapur Umum dan Posko Banjir di Pangandaran

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat meninjau rumahnya yang kebanjiran di Jalan Merdeka Pangandaran. (foto - ist)

Pangandaran - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah mendirikan dapur umum untuk warga korban banjir di Pangandaran. Ia juga mendirikan posko kesehatan bagi warga yang terdampak banjir di sekitar rumahnya.
 
Dapur umum didirikan di Dusun Karangsalam Desa Pananjung dan halaman kantor PT Susi Air Aviantion, atau di lokasi pekarangan rumah kediaman Susi di Jalan Merdeka Kabupaten Pangandaran.
 
Menurut dokter kesehatan PT Susi Air Aviantion, Nata Sanjaya dua dapur umum tersebut khusus bagi warga yang terdampak bencana banjir. "Dapur umum sudah kita dirikan sejak tiga hari lalu. Jadi selain warga setempat, kami juga mempersilakan warga korban banjir yang memerlukan untuk mengambil paket makanan," kata Nata, Jumat (16/11/2018).
 
Sementara itu, dokter kesehatan Kementerian Kelautan dan Perikanan Sahid Alhudri, ada sekitar 100 warga yang memeriksakan kesehatannya di posko kesehatan yang didirikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan di Pangandaran.
 
"Dari hasil pemeriksaan, wargarata-rata terserang penyakit kulit atau gatal-gatal dan penyakit lambung bawaan," kata Sahid. Tenaga kesehatan yang diturunkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan berjumlah dua orang.
 
"Dokter satu dan perawat satu orang," katanya. Untuk penyembuhannya warga telah diberikan obat-obatan yang telah disiapkan di posko kesehatan.
 
Selain Kementerian Kelautan Dan Perikanan, Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran pun telah mendirikan posko kesehatan, di lokasi pengungsian di aula Desa Pananjung. Pengungsi warga Kampung Tegaljambe Desa Pananjung sudah kembali ke rumahnya, karena banjir sudah surut.
 
Ketua Tagana Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Pangandaran, Nana Suryana mengatakan, di hari ketiga untuk penyediaan paket makanan di dapur umum hampir setengahnya berkurang.
 
Hal itu diakibatkan karena pengungsi sudah kembali pulang ke rumahnya masing-masing. "Dari 3.500 paket makanan saat ini sudah berkurang menjadi sekitar 1.600 paket per harinya," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,