Kecelakaan Kereta Cepat di Turki 9 Tewas & Puluhan Terluka

Kecelakaan Kereta Cepat di Turki 9 Tewas & Puluhan Terluka

Kereta cepat Turki tabrakan dengan lokomotif lalu menghantam platform stasiun dan jalan layang di pinggiran Kota Ankara. (foto - Associated Press)

Ankara - Sedikitnya  sembilan  orang  tewas dan  lebih 50  lainnya  mengalami  luka-luka, ketika kereta berkecepatan tinggi bertabrakan dengan lokomotif dan menabrak platform stasiun serta jalan layang di pinggiran Ankara Turki, Kamis sekitar pukul 06.30 waktu setempat.
 
Dilansir Reuters, Kamis (13/12/2018) tim penyelamat bekerja untuk membebaskan orang-orang yang terperangkap di bawah puing-puing yang hancur di stasiun kereta Marsandiz, 8 km (5 mil) dari pusat Kota Ankara. Belum diketahui, berapa kecepatan kereta dan lokomotif itu hingga terjadi tabrakan.
 
Di lokasi kejadian, salju memang dilaporkan menutupi rel kereta api. Kereta telah menuju dari Ankara ke Provinsi Konya di Turki tengah, serta tidak diperintahkan untuk berhenti di Stasiun Marsandiz.
 
Gubernur Ankara Vasip Sahin mengatakan, lokomotif itu terseret sejauh 22 meter lebih jauh ke depan. "Tiga masinis kereta termasuk di antara sembilan orang yang tewas dalam kecelakaan itu," kata Menteri Transportasi Cahit Turhan kepada wartawan.
 
Disebutkan,berdasarkan informasi dari kantor berita Anadolu menyebutkan, terdapat sekitar 206 penumpang yang berada dalam kereta berkecepatan tinggi tersebut. Sejauh ini kantor kejaksaan negara Ankara telah meluncurkan penyelidikan.
 
Turki telah mengembangkan jaringan kereta api berkecepatan tinggi selama pemerintahan Tayyip Erdogan yang berusia 16 tahun, karena pemerintah terlihat berupaya untuk meringankan beban di jalan raya yang semakin padat.
 
Sementara itu televisi swasta NTV melaporkan, setidaknya dua mobil tergelincir dan sebagian dari jalan layang runtuh menimpa kereta. Sebuah rekaman video yang berhasil menangkap insiden itu, tampak pekerja darurat membantu penumpang keluar dari gerbong di bawah puing jalan layang di Stasiun Marsandiz. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,