Kirmir Ambrol, 4 Rumah Nyaris Terseret Luapan S. Citepus

Kirmir Ambrol, 4 Rumah Nyaris Terseret Luapan S. Citepus

Kirmir ambrol di belakang rumah warga Jalan Nyengseret Kelurahan Pelindung Hewan Kecamatan Astanaanyar Kota Bandung. (foto - Twitter)

Bandung - Sedikitnya  empat  unit  rumah  nyaris terseret air akibat meluapnya Sungai Citepus. Ke-4 rumah itu berada di pemukiman pinggiran sungai di Jalan Nyengseret Kelurahan Pelindung Hewan  Kecamatan Astanaanyar Kota Bandung.
 
Luapan sungai tersebut telah mengakibatkan kirmir yang berada di belakang rumah tersebut ambrol. "Beruntung, para penghuni rumah sudah mengungsi lebih dulu ke kerabat dekatnya, sehingga selamat" kata warga setempat, Roni, Senin (17/12/2018).
 
Ia menyatakan, penghuni rumah sudah curiga akan ambrolnya kirmir di dekat rumah mereka. "Katanya pas hujan besar pada Minggu sore, penghuni rumah mendengar suara mencurigakan. Mereka pun akhirnya meninggalkan rumah," kata‎nya.
 
Diketahui, kirmir setinggi 15 meter di lokasi tersebut ambrol. Sungai Citepus yang melintasi kirmir itu meluap, di mana air datang dari kawasan Bandung Utara. Sementara sungai itu merupakan anak Sungai Citarum.
 
Di lokasi yang ambrol itu merupakan gang kecil yang biasa dilintasi warga sekitar pinggiran sungai sehari-hari. Sementara lokasi rumah mereka hanya berjarak sekitar 1 meter ke sungai.
 
Petugas dari Pasukan Gober (gorong-gorong dan kebersihan) tampak bekerja sama dengan warga sekitar. Mereka berusaha membangun bronjong untuk menahan laju air sungai di dekat kirmir yang ambrol.
 
Mereka terdiri atas petugas dari Dinas Pekerjaan Umum, anggota Babinsa dari Koramil setempat dan petugas dari Kecamatan Astanaanyar. Mereka rela turun ke sungai yang cukup dalam demi keselamatan warga sekitar.
 
Petugas dari Kecamatan Astanaanyar Suparjo mengatakan, kejadian itu bermula dari adanya guyuran hujan deras, pada Minggu 16 Desember 2018 sore. Saat hujan tinggi muka air pun meluap drastis hingga penuh. "Akibatnya, ya kirmir di sungai rusak ," katanya.
 
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Arief Prasetya menyebutkan, sebelum dibuat tembok penahan, jajaran DPU Kota Bandung telah melakukan pembersihan terlebih dahulu.
 
"Untuk perbaikannya kita menggunakan swadaya, karena ini sudah akhir tahun sudah tidak ada lagi kegiatan kontraktual, jadi kita lakukan secara swakelola," katanya. Kirmir yang ambrol itu merupakan dinding sementara yang kembali jebol karena belum sempat ditinjau hingga dipermanenkan.
 
Sejauh ini, Arief belum mengetahui siapa yang membangun kirmir darurat itu. DPU Kota Bandung masih mencari pihak yang membuat kirmir itu. Meski belum jelas yang membangun, Arief memastikan kirmir yang ambrol segera diperbaiki secara swakelola. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,