Anak Krakatau Embuskan Awan Panas Disertai Dentuman

Anak Krakatau Embuskan Awan Panas Disertai Dentuman

Gunung Anak Krakatau keluarkan awan panas dan asap hitam. (foto - ant)

Pandeglang - Berdasarkan pengamatan stasiun pengamatan di Pulau Sertung, Gunung Anak Krakatau  mengeluarkan asap hitam dan awan panas sejak Jumat dinihari. Aktivitas vulkanik itu mengarah ke Samudra Hindia diiringi suara dentuman.
 
"Asap kawah bertekanan kuat teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal dan tinggi 200-600 meter di atas puncak kawah. Teramati awan panas ke arah selatan," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Windi Cahya Untung, Jumat (28/12/2018).

Saat ini Gunung Anak Krakatau tidak terlihat dari Pos Pengamatan karena tertutup awan. Saat ini cuaca di sekitar Anak Krakatau terpantau berawan dan mendung. Aktivitas kegempaan pun tidak pernah berhenti. "Tremor terus menerus, mikrotremor terekam dengan amplitudo 8-35 milimeter, dominan 20 milimeter," katanya.
 
Untuk itu, ia meminta warga dan wisatawan kawasan Pantai Banten untuk tetap berhati-hati. "Masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan untuk mendekati kawah dalam radius 5 kilometer dari kawah," katanya. Meningkatnya aktivitas gunung tersebut, statusnya naik dari "waspada" atau level II menjadi level III atau "siaga".
 
Sebelumnya, sekitar 1.600 dari 2.814 penduduk yang tinggal di sejumlah pulau dekat Gunung Anak Krakatau telah dievakuasi. "Jumlah penduduk di Pulau Sebesi 2.814 jiwa, saat ini sudah dievakuasi 1.600 jiwa," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
 
Menurut Sutopo, Sebesi merupakan pulau terdekat yang berada pada jarak 19,1 km dari Gunung Anak Krakatau. Evakuasi penduduk perlu dilakukan karena pulau itu akan terdampak langsung erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Untuk mengantisipasi dampak erupsi yang ditimbulkan oleh aktivitas Gunung Anak Krakatau jika anginnya berbalik menuju ke arah timur laut atau utara, maka dipastikan Pulau Sebesi paling terdampak," tegas Sutopo.

Proses evakuasi penduduk Sebesi masih berlangsung menggunakan 4 kapal. Mereka akan terus dievakuasi menuju Kalianda dan Rajabasa hingga aktifitas Anak Krakatau menurun. "Proses evakuasi dilakukan di sana sampai kita lihat ada kondisi penurunan aktivitas Anak Krakatau," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,