Digerebek, Perempuan Tengah Beraksi Bugil di Tangerang

Digerebek, Perempuan Tengah Beraksi Bugil di Tangerang

Tim Vipers Polres Tangerang Selatan perempuan beradegan bugil di rumah kos Melati Mas Serpong Tangsel. (foto - screenshot)

Tangerang - Tim Vipers Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menggerebek seorang wanita berinisial M (18), ketika tengah beradegan mesum yang ditayangkan secara langsung lewat aplikasi Joy.Live. 
 
Adegan tersebut berlangsung di sebuah kontrakan di rumah kos Melati Mas kawasan Kemuning Milati Mas Serpong Tangsel, pada Selasa 25 Desember. M tertangkap tangan bersama dengan sang sutradara siaran langsung, Hengki Karnando Saputra (25) dan seorang wanita lainnya inisial R (23).

Mereka menyiarkan tayangan langsung konten pornografi itu, khusus untuk orang-orang yang sudah membayarkan sejumlah uang. 

Demikian disampaikan Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan didampingi Kasat Reskrim AKP Alexander Yurikho, saat pengungkapan kasus pornografi itu di Mapolres Tangsel Jalan Promoter Lengkong Gudang Serpong Tangsel, Jumat (28/12/2018). 

"Satuan Reskrim Polres Tangerang Selatan mendapatkan info dari masyarakat, di salah satu kamar Kos Melati Mas sering digunakan untuk perbuatan dugaan tindak pidana yang bersifat pornografi dengan menggunakan alat bantu HP," katanya. 

Dari tangan tersangka, diamankan sejumlah barang bukti berupa tiga unit ponsel merk Samsung, Vivo dan Polytron, sebuah kartu ATM, celana motif loreng, pakaian dalam wanita dan sweater.  "Mengirim barang bukti berupa HP ke laboratorium IT yang dimiliki oleh SubDit Siber, Dit Reskrim Sus PMJ untuk penelusuran secara IT dengan lebih mendalam," tegas Ferdy. 

Polisi  berkoordinasi dengan P2TP2A Kota Tangerang Selatan untuk melakukan pendampingan, mengingat dua tersangka adalah wanita. "Kami juga berkoordinasi dengan lembaga keuangan (bank) untuk penelusuran para pengguna layanan bersifat pornografi itu".

Ketiga tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana orang (PTPO), dan atau Pasal 29 dan atau 30 dan atau 33 dan atau 34 Undang-Undang nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi. 

Selain itu, mereka disangkakan Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang nomor 16 tahun 2016 tentang informasi transaksi elektronik (ITE). Ketiganya terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,