Mantan Dewan Pengawas BPJS Dijerat Pasal Cabul oleh RA

Mantan Dewan Pengawas BPJS Dijerat Pasal Cabul oleh RA

RA (27) melapor eks petinggi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Tenaga Kerja ke Bareskrim Polri. (foto - ist)

Jakarta - Setelah  mengungkap  kasus  dugaan  pelecehan  dan  pemerkosaan  oleh  eks  petinggi  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Tenaga Kerja, RA (27) mantan karyawati di badan milik negara itu akhirnya melapor ke Bareskrim Mabes Polri, Rabu (2/1/2019).
 
Tim pendamping kuasa hukum RA, Ade Armando membenarkan mengenai pelaporan itu. Ia mengatakan, dalam laporan tersebut pihaknya akan menekankan pada pasal pencabulan.
 
"Ada banyak yang diadukan oleh korban (RA). Namun kuasa hukum melihat ada beberapa hal yang dianggap pas dengan pasal-pasal yang bisa dikenakan kepada terduga pelaku pemerkosaan. Yakni perbuatan cabul," kata Ade Armando di Gedung Bareskrim Polri Jakarta Pusat.
 
Namun demikian, Ade belum menjelaskan pasal apa saja yang akan dikenakan dalam laporan tersebut. Ia juga belum bisa menjelaskan barang bukti apa yang dibawa untuk mendukung laporan tersebut.
 
"Ada barang bukti yang tidak bisa disampaikan. Sebab, kalau sampai bicara strategi hukum, nanti pihak mereka (terlapor) bisa menghilangkan barang bukti lalu cari cara menyanggahnya. Untuk pasal nanti kuasa hukum yang menjelaskan," tegas Ade.
 
Ia percaya, polisi akan bekerja secara profesional dalam menindaklanjuti laporan tersebut. Diharapkan, polisi berani menegakkan keadilan meski melibatkan orang besar sebagai terlapor.
 
Seperti diketahui, RA yang merupakan mantan karyawati BPJS Tenaga Kerja membeberkan dugaan kejahatan seksual oleh bekas atasannya berinisial SAB, yang sebelumnya masuk Dewan Pengawas BPJS Tenaga Kerja. Aksi kejahatan seksual itu terjadi selama kurun waktu dua tahun terakhir.
 
Belakangan, SAB memutuskan mengundurkan diri dari jajaran Dewan Pengawas BPJS Tenaga Kerja. Menurut RA, dirinya mulai bekerja di BPJS TK sejak April 2016 sebagai asisten pribadi SAB. Sang bos merupakan anggota Dewan Pengawas BPJS Tenaga Kerja.
 
Selama menjadi asisten pribadi SAB, RA mengalami pelecehan seksual selama empat kali dalam rentang waktu April 2016 hingga November 2018 di lokasi berbeda. "Saya menjadi korban 4 kali tindakan pemaksaan hubungan seksual oleh oknum yang sama. Yakni di Pontianak, Makassar, Bandung dan Jakarta," kata RA.
 
Bahkan, SAB kerap melecehkan di kantor. Karena takut, RA tidak memiliki keberanian untuk memberontak. "Di kantor, SAB berulangkali memaksa mencium saya, meminta saya memegang kemaluannya atau memegang bagian tubuh saya yang sama sekali tidak layak dilakukan seorang atasan terhadap bawahan," akunya.
 
SAB pun disebut sempat mengajak RA untuk menikah. Padahal, SAB berdasarkan informasi sudah memiliki istri dan dua anak. Namun, SAB membantahnya, ia mengaku tidak melakukan apa yang dituduhkan mantan asistennya itu.
 
Ia juga menyatakan mundur dari Dewan Pengawas BPJS Tenaga Kerja. Namun ia membantah, keputusannya mundur karena tersandung kasus dugaan pemerkosaan yang dituduhkan kepadanya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,