Bom Targetkan Bus Bawa Guru di Suriah, 1 Tewas 4 Terluka

Bom Targetkan Bus Bawa Guru di Suriah, 1 Tewas 4 Terluka

Bom targetkan bus membawa guru di Suriah, 1 tewas dan 4 terluka. (foto - Getty Images)

Manbij - Satu orang dilaporkan tewas dan empat lainnya terluka menyusul sebuah bom menyasar bus, yang membawa para guru di Kota Manbij Suriah, pada Sabtu waktu setempat.
 
Seperti dilaporkan AFP, Minggu (3/2/2019) Kepala Observatorium Suriah Rami Abdel Rahman mengatakan, bom tersebut meledak ketika bus melewati wilayah tersebut.
 
Peristiwa ini juga disampaikan juru bicara dewan militer Manbij, Sherfan Darwish lewat akun twitternya. "Ledakan teroris dengan alat peledak terhadap kendaraan guru," tulisnya.
 
Diketahui, wilayah Manbij adalah bekas kubu kelompok Negara Islam yang sekarang dipegang oleh dewan militer dan berafiliasi dengan Pasukan Demokrat Suriah, sebuah pasukan Kurdi-Arab yang didukung oleh koalisi yang dipimpin AS.
 
Serangan terhadap Suriah Utara itu sudah terjadi sejak tengah Januari 2019. Pada Rabu 16 Januari setidaknya ada 4 orang tewas, dari 19 orang yang menjadi korban. "Pada Jumat juga terjadi ledakan melukai seorang pemimpin senior dewan militer, saat ia sedang berpatroli," kata Abdel Rahman.
 
Serangan tersebut mengikuti pengumuman Presiden AS Donald Trump pada bulan Desember, bahwa ia akan menarik pasukan Amerika dari Suriah karena ia menyatakan negara Islam telah dikalahkan.
 
Setelah serangan kilat yang merebut sebagian besar Irak dan Suriah tahun 2014, kelompok yang menyatakan diri sebagai "kekhalifahan" telah runtuh di bawah tekanan dari beberapa serangan. Namun, para jihadis tetap mampu melancarkan serangan mematikan.
 
Seperti diketahui, Manbij merupakan titik utama pertikaian antara minoritas Kurdi Suriah, yang mempertahankan otonomi de facto di beberapa bagian utara dan timur laut Suriah, dan Turki yang bertetangga.
 
Pada Desember, Ankara mengancam akan melancarkan serangan baru untuk mengusir Unit Perlindungan Rakyat, milisi Kurdi yang membentuk Pasukan Demokrat Suriah, tetapi dianggap sebagai kelompok teroris oleh Turki dari perbatasannya.
 
Perang Suriah itu telah menewaskan lebih dari 360.000 orang sejak dimulai pada tahun 2011, dengan rezim Presiden Bashar al-Assad menumpas protes. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,