Hilang 3 Hari, Deni Ditemukan Mengapung di Waduk Jatigede

Hilang 3 Hari, Deni Ditemukan Mengapung di Waduk Jatigede

Deni Gunawan ditemukan mengambang di Waduk Jatigede setelah hilang tiga hari. (foto - patrolicyber)

Sumedang - Deni Gunawan (27), warga Dusun Ciduging Desa Tarunajaya Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang ditemukan meninggal dunia di perairan Waduk Jatigede, Senin (18/2/2019).
 
Sebelumnya, Deni dikabarkan hilang pada Jumat 15 Februari. Kasat Polairud Polres Sumedang Iptu Dodi Supriadi mengatakan, kejadian bermula saat korban berangkat dari Blok Ancol Desa Karangpakuan menuju perairan Waduk Jatigede.
 
Ia berangkat dari jaring apung milik orangtuanya, Sundika dengan maksud akan mengantarkan pakan ikan menggunakan sampan. Korban juga memberitahukan kepada orangtuanya akan memasang jaring di daerah Pasir Calung Waduk Jatigede.
 
"Pada Sabtu 17 Februari 2019, sampan milik korban ditemukan saksi Adim di daerah kebun kopi. Setelah ada informasi orang hilang di perairan Waduk Jatigede, anggota Polsek Darmaraja dan Satpolairud Polres Sumedang dibantu warga melakukan pencarian korban," katanya.
 
Ia menjelaskan, selanjutnya pada Senin 18 Februari 2019 korban ditemukan dalam keadaan telungkup dan mengambang di pinggir bagan (kolam terapung) milik Cece Kartaman, wilayah perairan Ciduging Desa Taruna Jaya.
 
Saat itu pula anggota melakukan evakuasi jenazah ke darat, dengan menggunakan speedboat kamtibmas KP VIII-1391. Setelah dilakukan evakuasi ke darat, korban kemudian diantar ke rumah duka, dan dilakukan pemeriksaan luar oleh Tim Puskesmas Darmaraja.
 
Sementara itu, Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo mengatakan, pencarian terhadap korban sudah dilakukan sejak Jumat malam. Hal itu dilakukan setelah dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya.  Namun pencarian baru membuahkan hasil setelah hari ketiga.
 
Pada saat ditemukan, kondisi tubuh korban yang sudah membengkak dan mengapung dekat bagan jaring apung di Blok Pasircalung. Mayat korban dievakuasi ke Puskesmas Darmaraja untuk diperiksa.
 
"Pihak keluarga korban menolak otopsi dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah. Untuk itu, mayat korban langsung diserahterimakan kepada keluarganya, supaya lekas dimakamkan," sebut Hartoyo.
 
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak diketemukan bekas luka akibat kekerasan pada tubuh korban. Atas kejadian itu keluarga korban membuat surat pernyataan menolak untuk diotopsi, dan menerima dengan lapang dada kejadian itu sebagai musibah dan tidak akan menuntut secara hukum. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,