Hotel Sheo di Kawasan Jalan Ciumbuleuit Bandung Disegel

Hotel Sheo di Kawasan Jalan Ciumbuleuit Bandung Disegel

Penyegelan Hotel Sheo di Jalan Ciumbuleuit Kota Bandung. (foto - prfm)

Bandung - Pemerintah  Kota  Bandung  menyegel  Hotel  Sheo  yang  berada di  Jalan  Ciumbuleuit Kota Bandung, Kamis (21/2/2019).
 
Penyegelan dilakukan karena hotel itu telah melanggar Peraturan daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2012 Pasal 37 ayat 1 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan. Salah satunya tak melakukan perpanjangan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).
 
Penyegelan dipimpin langsung Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana. Penyegelan melibatkan tim gabungan terdiri atas Satpol PP Kota Bandung, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung.
 
"Sebelumnya Pemkot Bandung sudah memberikan tiga kali peringatan kepada hotel tersebut," kata Yana seusai penyegelan. Meski telah disegel, hotel tersebut mendapat kebijakan, yaitu tetap dapat menerima tamu hingga Minggu 24 Februari 2019.
 
Hal itu dilakukan karena terdapat beberapa kegiatan di dalamnya yang sudah dipesan sejak lama. "Hari ini katanya ada kegiatan sampai hari Minggu. Kami berikan kebijakan, tapi mulai hari ini tidak boleh menerima check in baru," tegasnya.
 
Sementara itu, Kadisbudpar Kota Bandung Dewi Kaniasari mengatakan, Hotel Sheo tidak memperpanjang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) sejak tahun 2016. Padahal, berdasarkan ketentuan setiap hotel diwajibkan untuk memperpanjang izin setiap tahun.
 
Dalam Perda menurut Kenny, TDUP merupakan basis data pemerintah khususnya Disbudpar sebagai pariwisata yang berada di wilayahnya. Oleh karena itu, ia meminta agar pemilik atau pengusaha hotel segera menempuh perizinan sesuai prosedur yang berlaku.
 
"Ubah kepemilikan itu juga masuk dalam permasalahan. Ini harus ganti izin dan yang lainnya, karena mengubah kepemilikan harus dari nol. Ketentuan yuridis dan administrasinya dan teknisnya itu ada di situ, tinggal melengkapi sesuai prosedur," katanya.
 
Mengenai upaya Disbudpar memastikan agar hotel itu tidak menambah penghuni kamar, Kenny mengatakan, pihaknya akan melakukan pemantauan secara rutin, salah satunya dengan mengecek buku tamu dan sebagainya.
 
Sementara itu Operasional Manager Hotel Sheo, Kuswanti Eka R mengatakan, pihaknya akan mengikuti prosedur yang telah ditentukan. Termasuk mengurus perizinan agar dapat kembali beroperasi. "Prosesnya sedang kami laksanakan, namun terkendala Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang belum jadi," akunya.
 
Ia pun meminta kepada Pemkot Bandung untuk memberikan kebijakan tetap beroperasi selama satu pekan ini, karena para tamu sudah melakukan booking dan menginap sejak beberapa hari lalu. Hotel ini okupansinya di atas 70 persen sampai Minggu, kami minta waktu beroperasi tiga hari ke depan. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,