Ganti Rugi Waduk Jatigede Tunggu Perpres

Ganti Rugi Waduk Jatigede Tunggu Perpres

Gubernur Jabar Aher Memberikan Penjelasan Mengenai Kasus Waduk Jatigede

Bandung – Kendala yang dialami Waduk Jatigede, Jawa Barat pada tahun ini gagal dilakukan pengairan adalah karena waduk ini masih terganjal perihal masalah ganti rugi.

Berdasarkan perkataan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Waduk Jatigede tahun ini gagal diairi karena masalah ganti rugi masih mentok menunggu Peraturan Presiden.

“Warga yang menghuni di sekitar waduk Jatigede rela dipindahkan asal uang ganti rugi sesuai dengan yang diinginkan, sampai saat ini masalah besaran ganti rugi masih menunggu Peraturan Presiden,” kata Ahmad Heryawan, Jumat (12/09/2014).

Masih ucap Ahmad Heryawan, dalam Peraturan Presiden itu, disana nantinya akan dijelaskan perihal berapa biaya ganti rugi lahan dan berapa dana santunan untuk masyarakat sekitar.

“Nanti di Perpres itu dijelaskan masalah ganti rugi lahan dan dana santunan warga. Jika Perpres itu sudah turun, Pemprov Jabar akan siap membayar ganti rugi kepada warga disana agar waduk ini segera beroperasi,” ucapnya.

Rencana awal, bulan September ini Waduk Jatigede akan dilakukan penggenangan air, namul hal itu gagal karena masalah ganti rugi belum turun resminya dari pemerintah pusat. Ganti rugi dan dana santunan untuk masyarakat membutuhkan dana cukup besar yang semuanya diambil dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) berdasarkan Perpres.

Di Perpres tersebut diajukan anggaran sebesar Rp. 1,1 triliun untuk ganti rugi yang mencakup Rp. 900 milyar untuk ganti rugi bangunan, dan Rp. 200 milyar untuk ganti rugi lahan. Saat ini jumlah warga yang tinggal disekitar Waduk Jatigede ada sekitar 10.000 orang. Waduk Jatigede jika sudah beropeasi bisa menghasilkan pembangkit listrik sebesar 110 Megawatt, selain itu waduk ini juga bisa mengendalikan banjir dan untuk pengairan sawah seluar 90.000 hektare.(Ode)** .

Categories:Nasional,
Tags:,