Penampakan Kawah Anak Krakatau, Letusan pun Menurun

Penampakan Kawah Anak Krakatau, Letusan pun Menurun

Penampakan terakhir kawah Gunung Anak Krakatau. (foto - Sutopo_PN)

Jakarta - Gunung  Anak  Krakatau kehilangan lebih dari separuh badannya akibat erupsi pada akhir tahun lalu. Jika tinggi sebelumnya mencapai 338 meter di atas permukaan laut, maka saat ini tingginya hanya 155 meter.
 
Kepala Pusat Informasi, Data dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, membagikan foto terkini kawah Gunung Anak Krakatau. Tampak kawah gunung itu berupa cekungan yang berisi material cair.
 
Menurut Sutopo, aktivitas Gunung Anak Krakatau terus mengalami penurunan sejak Januari 2019. "Morfologi kawah Gunung Anak Krakatau pada 15 Februari, tinggi gunung 155 m dpl. Sejak Januari 2019 aktivitas letusan terus menurun. Status Siaga (level 3). Radius berbahaya hanya di dalam 5 km dari kawah. Di luar itu aman. Wisata di Selat Sunda aman," kata Sutopo, Kamis (28/2/2019).
 
Sementara itu, PVMBG telah memasang seismograf di puncak gunung tersebut. "Status tetap Siaga. Zona berbahaya hanya di dalam radius 5 km dari kawah," demikian tulis Sutopo.
 
Sebelumnya, ditemukan adanya pendangkalan dasar laut dan perubahan bentuk morfologi Anak Krakatau oleh Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).
 
Ditemukan setelah KRI Rigel-933 melakukan survei hidro-oseanografi dan investigasi di area longsoran Anak Krakatau pascaerupsi dan longsor yang menyebabkan tsunami di perairan Selat Sunda, Sabtu 22 Desember 2018.
 
Berdasarkan data hasil survei hidro-oseanografi Pushidrosal tahun 2016 dan data Multi Beam Echosounder (MBES) hasil Survei Tim Pushidrosal tanggal 29 hingga 30 Desember 2018, perairan di Selatan Gunung Anak Krakatau terjadi perubahan kontur kedalaman 20 sampai 40 meter lebih dangkal.
 
Menurut Kapushidrosal Laksda TNI Harjo Susmoro, pendangkalan disebabkan tumpahan magma dan material longsoran Anak Karakatau yang jatuh ke laut. 
 
Selain itu, dengan pengamatan visual radar dan analisis dari citra ditemukan perubahan morfologi bentuk Amak Krakatau pada sisi sebelah barat seluas 401.000 meter persegi, atau lebih kurang sepertiga bagian lereng sudah hilang dan menjadi cekungan kawah menyerupai teluk. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,