Suap, Eks Kalapas Sukamiskin Dituntut 9 Tahun Penjara

Suap, Eks Kalapas Sukamiskin Dituntut 9 Tahun Penjara

Sidang eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husein di Ruang Sidang VI Pengadilan Tipikor Bandung. (foto - ant)

Bandung - Jaksa KPK menyatakan tuntutan 9 tahun penjara terhadap eks Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husein dalam sidang yang digelar di Ruang Sidang VI Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (6/3/2019).
 
Jaksa menilai, terdakwa bersalah telah menerima gratifikasi atau suap dari sejumlah warga binaan di Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung. Suap diterima terkait pemberian kemudahan dan fasilitas selama menghuni lapas.
 
Penuntut umum KPK menuntut Majelis Hakim, Wahid bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana diatur dalam dakwaan primair Pasal 12 huruf b Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 65 ayat 1 KUH Pidana.
 
"Menyatakan terdakwa bersalah sesuai dakwaan primair. Menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama sembilan tahun, dengan denda Rp 400 juta, subsidair enam bulan kurungan," sebutnya dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Dariyanto.
 
Sebelum memohon terdakwa dijatuhi hukuman, penuntut umum KPK terlebih dahulu menyatakan sejumlah hal yang menjadi pertimbangan. Hal memberatkan, terdakwa merupakan pejabat negara dan tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi.
 
Sedangkan hal meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, mengakui perbuatan, bersikap sopan dan memiliki tanggungan istri dan anak. Disebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa Wahid Husein dapat dibuktikan dengan pembuktian dari keterangan saksi dan alat bukti percakapan.
 
"Selaku Kepala Lapas menerima hadiah berupa sejumlah uang dan barang dari warga binaan Lapas Sukamiskin, yang sebagian besar diterima terdakwa dari Hendry Saputra, staf umum merangkap sopir Kalapas Sukamiskin," kata penuntut umum KPK.
 
Hadiah itu diterima dari Fahmi Darmawansyah, Fuad Amin Imron dan warga binaan lainnya. ‎Fahmi memberikan satu unit mobil double cabin Mitsubishi Truton, sepasang sepatu boot, sepasang sendal merek Kenzo, tas merk Louis Vuitton dan uang Rp 39,5 juta.
 
Sedangkan dari Fuad Amin, total mendapat Rp 71 juta dan mendapatkan pinjaman mobil, serta dibayari menginap di sebuah hotel di Surabaya. Hadiah itu diberikan pada terdakwa berupa mendapatkan berbagai fasilitas istimewa di dalam lapas.
 
"Termasuk penyalahgunaan pemberian izin keluar dari Lapas Sukamiskin yang bertentangan dengan kewajiban Wahid Husen selaku Kepala Lapas Sukamiskin, sebagaimana diatur di Undang-undang Tentang Pemasyarakatan serta selaku penyelenggara negara," tegasnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,