Banjir dan Longsor Menerjang Sejumlah Titik di Gunungkidul

Banjir dan Longsor Menerjang Sejumlah Titik di Gunungkidul

Banjir dan longsor melanda Kabupaten Gunungkidul. (foto - ist)

Gunungkidul - Hujan deras mengguyur wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu 6 Maret malam, mengakibatkan banjir dan longsor terjadi di sejumlah titik. Terparah terjadi di Kecamatan Gedangsari dan Nglipar Kabupaten Gunungkidul.
 
"Longsor paling parah di Gunungkidul Kecamatan Gedangsari dan Nglipar,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana, Jumat (8/3/2019) malam.
 
Di Kecamatan Gedangsari, tanah longsor merusak 3 ruas jalan penghubung antar-dusun dan 2 unit rumah warga. Kawasan itu juga sempat mengalami banjir akibat luapan air sungai. Dua sekolah, kantor kecamatan dan 2 rumah warga tergenang air. "Taman Kanak-kanak dan SMK Gedangsari sempat tergenang air, tapi kondisinya saat ini sudah surut,” kata Biwara.
 
Sedangkan di Kecamatan Nglipar, luapan Sungai Oya menyebabkan banjir di Dusun Negung Desa Katongan. Sebanyak 9 kepala keluarga (KK) harus diungsikan ke Balai Dusun Kedung Desa Katongan.
 
Tanah longsor di Kecamatan Nglipar menyebabkan 9 KK atau 17 jiwa mengungsi karena rumahnya rusak. Warga diungsikan ke rumah milik salah seorang warga di Desa Natah Kecamatan Nglipar.
 
Selain di Kabupaten Gunungkidul, tanah longsor juga terjadi di Desa Banjaroya Kecamatan Kalibawang Kabupaten Kulon Progo, satu rumah warga rusak. Untuk di Kota Yogjakarta, longsor terjadi di Kelurahan Tegalrejo Kecamatan Tegalrejo.
 
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul Edy Basuki menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam bencana tesebut. "Banjir sudah surut, tidak ada korban jiwa,” katanya.
 
Warga yang mengungsi ke tempat tetangganya juga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing. Meski begitu, warga diimbau tetap waspada karena potensi hujan deras masih ada. "Untuk pemulihannya sampai kapan, kami masih melakukan pengecekan,” katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,