Tempat Tinggal Korban Tanah Bergerak di Sukabumi Direlokasi

Tempat Tinggal Korban Tanah Bergerak di Sukabumi Direlokasi

Pemkab bakal relokasi tempat tinggal korban bencana di Sukabumi. (foto - ist)

Sukabumi - Pasca-pergerakan tanah di  Kampung Gunungbatu Desa Kertaangsana Kecamatan Nyalindung yang terjadi pada Kamis 25 April, sedikitnya 354 jiwa dari 110 KK terkena dampaknya. Selain itu, sebanyak 69 rumah pun tidak bisa dihuni.
 
Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi Agus Taufik menyatakan, Pemkab Sukabumi telah mendapatkan kajian dari tim geologi soal penyebab terjadinya pergeseran tanah ini.
 
Untuk itu, warga setempat akan direlokasi ke tempat yang lebih aman. Pasalnya, menurut dugaan sementara di bawah Desa Kertaangsana terdapat ruang bawah tanah yang satu alur dengan Goa Siluman.
 
"Kami menunggu kajian dari Geologi dan ada kemungkinan kalau melihat kondisi saat ini akan dilakukan relokasi terhadap 110 KK. Sebab,  sudah tidak memungkinkan jika melihat kondisi di lapangan seperti itu," kata Agus, Minggu (28/4/2019).
 
Mengenai korban yang terdampak dan mengungsi ke tempat pengungsian, Pemkab Sukabumi mengaku pihaknya telah dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, dan Yon Armed Cikembar untuk mendirikan MCK dan dapur umum.
 
"Warga sudah diungsikan ke tempat pengungsian di desa seberang Desa Kertaangsana. Awalnya buat pasar desa dan cukup representatif, dan kini dibangun sarana lain yaitu MCK oleh BPBD bekerja sama dengan Yon Armed Cikembar," katanya.
 
Selain itu, untuk menjaga kesehatan warga setempat Pemkab Sukabumi pun telah menurunkan bantuan dari Puskesmas Nyalindung dan Puskesmas Purabaya. Dengan demikian, kesehatan pengungsi dapat terjaga.
 
"Petugas kesehatan dari Puskesmas Nyalindung dan Puskesmas Purabaya terus memantau kesehatan para korban, dan Alhamdulillah mengenai kondisi kesehatannya tidak ada yang terlalu mengkhawatirkan," tegasnya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,