Pergerakan Tanah di Sukabumi Meluas, 69 Rumah Rusak Berat

Pergerakan Tanah di Sukabumi Meluas, 69 Rumah Rusak Berat

Pergerakan tanah di Kampung Gunungbatu Desa Kertaangsana Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi. (foto - ist)

Sukabumi - Pergerakan tanah di Kampung Gunungbatu Kabupaten Sukabumi terus meluas. Sejauh ini, sedikitnya 69 rumah warga mengalami rusak berat hingga tak layak lagi untuk dihuni.

Kepala Seksi Kedaruratan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman menyatakan, pergerakan tanah telah meluas hingga fasilitas umum, yakni jalan dan jaringan listrik.

"Dari sebanyak 109 rumah, 69 rumah di antaranya telah rusak dan tak layak lagi untuk dihuni, sedangkan 40 rumah lainnya juga terancam," kata Eka, Senin (29/4/2019).

Menurutnya, pergerakan tanah di desa itu sudah berlangsung sejak dua tahun lalu. Pantauan BPBD Kabupaten Sukabumi sendiri hingga akhir Februari 2019, pergerakan tanah hanya berdampak pada kebun dan persawahan.

Curah hujan yang tinggi menyebabkan pergeseran tanah berlangsung lebih masif pada akhir April ini. "Setiap hari pergerakan tanah terus berlangsung, rata-rata 20 sampai 30 centimeter per hari. Meliputi wilayah satu RW, tiga RT, 109 rumah, 110 KK dan 352 jiwa. Luas yang terkena dampak sekitar 10 hektar," tegas Eka.

Ia menambahkan, sejauh ini masyarakat terdampak telah menempati posko pengungsian. Namun, masih banyak warga yang disibukkan oleh aktifitas penyelamatan barang berharga mereka.

"Kita memfasilitasi kendaraan untuk mengangkut barang-barang untuk diamankan ke tempat yang lebih aman. Baik itu ke tempat saudara atau teman yang lokasi tempat tinggalnya tidak terdampak pergeseran tanah," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,