46 Adegan Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi Undiksha

46 Adegan Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi Undiksha

Ni Made Ayu Sherly Mahardika. (foto - Facebook)

Singaraja - Polisi  telah  menetapkan  Kadek  Indra  Jaya  (Kodok)  sebagai  tersangka  pembunuhan  terhadap  mahasiswa Undiksha, Ni Made Ayu Sherly Mahardika (20). Sedikitnya 46 adegan diperagakan dalam rekonstruksi di rumah kos korban Jalan Wijaya Kusuma Kabupaten Buleleng Bali, Kamis (2/5/2019).
 
Kodok mengaku menyesali atas semua tindakan pada orang terkasihnya. Tampak dalam reka adegan, ia menempatkan kepala korban di atas bantal, lalu tubuhnya dibungkus dengan kain selimut. Akhirnya pada adegan ke-40, pelaku terlihat mulai menyesali perbuatannya.
 
Di hadapan jenazah korban, pelaku Kodok meminta maaf lalu mencium kening korban. Hingga proses rekonstruksi berakhir di adegan ke-46, Kodok meninggalkan tempat kos tersebut kemudian kabur ke wilayah Tabanan.
 
Diketahui, sebelum meninggal mahasiswi Undiksha itu sempat melawan atas perbuatan kasar pacarnya, Kadek Indra Jaya. Kodok merupakan tersangka kasus pembunuhan seorang mahasiswi semester IV jurusan Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Ni Made Ayu Sherly Mahardika.
 
Secara keseluruhan, pelaku memeragakan 46 adegan. Pada adegan pertama, Kodok terlihat datang bersama korban yang diperankan peran pengganti dengan mengendarai motor. Setelah itu, keduanya masuk ke dalam kamar kos nomor 2.1 yang merupakan kamar kos korban Sherly.
 
Di dalam kos, korban sibuk dengan tugas-tugas kuliahnya dengan mengutak-atik laptop laptop. Sementara pelaku sibuk menyiapkan makanan. Masuki adegan kedelapan, keduanya terlihat makan bersama, sebelum akhirnya korban meninggalkan pelaku untuk pergi ke kampus.
 
Salah satu adegan dalam rekonstruksi pembunuhan mahasiswi Undiksha Singaraja Bali, Ni Made Ayu Sherly Mahardika.
 
 
Korban pulang dari kampus pada adegan ke-12 dengan disambut oleh pelaku. Puncaknya pada adegan ke-14 dimana Kodok mendengar ada pesan yang masuk di ponsel milik korban. Proses pembunuhan pun terlihat pada adegan ke-24. Pelaku mengambil bantal dan membekap korban.
 
Bahkan, pelaku juga mencekik leher korban pada adegan ke-27. Kodok pun langsung mengambil ponsel dan membaca isi pesan yang sejatinya dikirim oleh rekan kuliah Sherly, untuk membuat tugas kuliah bersama-sama. Terjadilah adu mulut antara korban dan pelaku.
 
Sedangkan pada adegan ke-17, tampak sikap kasar pelaku kepada kekasihnya. Ia mulai mendorong kepala Sherly hingga membuat korban kesal dengan menampar pelaku. Aksi itu dibalas oleh pelaku dengan menjambak rambut korban dan mendorong tubuh korban hingga terjatuh di kasur.
 
Pelaku lalu mencekik leher korban pada adegan ke-27. Nyawa korban melayang tepat pada adegan ke-32. Bahkan, di adegan ke-32 terungkap niat pelaku untuk membuang jenazah Sherly. Namun karena tidak tahu hendak dibuang ke mana, akhirnya pelaku menempatkan posisi korban layaknya sedang tertidur.
 
Jasad korban ditemukan membusuk di dalam kamar kosnya. Pria penuh tato asal Tabanan itu membunuh korban dengan cara membekap, mencekik dan memukuli leher korban. Dari hasil pemeriksaan polisi, tersangka melakukan itu karena cemburu saat korban menerima pesan pendek dari seorang lelaki.
 
Pelaku berhasil ditangkap selang tiga jam setelah mayat korban ditemukan di kamar kosnya Jalan Wijaya Kusuma Gang IV nomor 1 Singaraja. Kodok ditangkap di Jalan Udayana Singaraja, setelah polisi berhasil mengantongi beberapa bukti berdasarkan hasil olah TKP.
 
Disebutkan, keseharian pelaku bekerja serabutan dan sudah menjalin hubungan sejak korban duduk di bangku SMP. Dalam kurun waktu itu, sempat hubungan mereka diwarnai dengan putus nyambung, karena keluarga korban tidak menyetujui.
 
Pelaku pun menyebut jika selama menjalin hubungan memang sering bertengkar dengan korban.
"Setiap kali bertengkar selalu saling pukul dan sering berantem gara-gara hal sepele. Pas kejadian memang saya tidak bisa mengontrol emosi dan tidak ingat apa-apa. Saya menyesal melakukannya,” aku pelaku.
 
Kapolsek Kota SIngaraja Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan pelaku membunuh korban pada Senin 8 April 2019 sekitar pukul 19.00 Wita. (Jr.)**
.

Tags:,