Karaoke Ditutup, Pemandu Lagu Itu Diringkus Edarkan Sabu

Karaoke Ditutup, Pemandu Lagu Itu Diringkus Edarkan Sabu

Jajaran Satnarkoba Polresta Blitar tangkap pemandu lagu pengedar sabu. (foto - ist)

Blitar - Perempuan  yang  berprofesi sebagai  pemandu  lagu  ditangkap  jajaran  Polresta  Blitar  terbukti membawa sabu seberat 0,32 gram. Barang haram itu digenggam erat saat polisi tiba-tiba menangkapnya di areal parkir sebuah hotel di Kota Blitar.
 
Penangkapan Meyda Krusdian Sebila (21), perempuan yang bertato di kedua paha dan dadanya itu berkat informasi dari warga. Diketahui, akan ada transaksi narkoba di lokasi tersebut.
 
Namun demikian, Meyda berusaha untuk berkelit. Ia pun berusaha cepat-cepat untuk memasukkan sabu yang digenggamnya ke dalam tas. Namun, akhirnya ia tak berkutik karena keburu ketahuan polisi. 
 
"Pelaku kami tangkap di area parkiran sebuah hotel di Kota Blitar. Posisi sabunya masih digenggaman tangannya. Belum dimasukan ke tas," kata Kasatnarkoba Polresta Blitar AKP Imron, Sabtu (4/5/2019).
 
Warga Desa Darungan Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar itu mengaku untuk bertemu dengan seorang lelaki. Mereka berniat akan mengadakan pesta sabu di salah satu kamar di hotel tersebut. 
 
Sementara anggota Satnarkoba Polresta Blitar langsung bergerak ke sasaran yang ditunjukkan. Meyda pun disuruh mengetuk pintu. Ketika si lelaki membukakan pintu kamar hotel, petugas dengan leluasa menerobos masuk untuk meringkusnya. 
 
"Lelaki itu bernama Heri Winarno (34), warga Desa Kalilegi Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar. Pelaku mengaku mendapat sabu dari dia. Mereka berdua ternyata sama-sama sebagai pengedar," katanya. 
 
Polisi tidak mendapatkan barang bukti apapun dari tangan Heri. Namun ketika digeledah rumah kontrakannya di kawasan Wlingi, polisi menemukan barang bukti sabu dan alat hisap sabu. "Mereka berdua juga pemakai. Meyda mengaku sudah setahun pakai. Begitu karaoke di Blitar ditutup, dia freelance dan mengedarkan sabu ke pelanggan," tegas Imron.
 
Sedangkan dari pengakuan Heri, dia mendapat barang haram itu dari Mojokerto. Pembelian dengan sistem transfer dan pengiriman dengan sistemranjau. "Meyda yang disuruh Heri mengambil paket pesanan sabu, sedangkan Heri menunggu di hotel," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,