Praperadilan Romahurmuziy, Menag Disebut Terima Uang

Praperadilan Romahurmuziy, Menag Disebut Terima Uang

Terungkap Menag terima uang dalam Praperadilan Romahurmuziy. (foto - ist)

Jakarta - Nama Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin termasuk dalam salah satu yang muncul, dalam jawaban KPK di persidangan praperadilan yang diajukan Romahurmuziy (Rommy). Lukman disebut menerima uang.
 
Demikian dipaparkan tim biro hukum KPK untuk menjawab gugatan yang diajukan Rommy. Sebab, Rommy lewat pengacara Maqdir Ismail menyebut operasi tangkap tangan (OTT) dan penetapan tersangkanya tidak sah, maka KPK memaparkan jawabannya.
 
"Berdasarkan bukti permulaan berjumlah lebih dari 2 alat bukti berupa surat atau dokumen, petunjuk yakni hasil penyadapan, uang atau barang dan keterangan antara lain surat atau dokumen yang berjumlah lebih dari 10 bukti. Petunjuk berupa hasil penyadapan, uang atau barang termasuk barang elektronik yang berjumlah lebih dari 30 bukti, serta keterangan dari 7 orang termasuk keterangan dari pemohon (Rommy) yang diperoleh penyelidik termohon di tahap penyelidikan," kata tim biro hukum KPK dalam persidangan praperadilan di Pengadilan Negeri Jaksel, Selasa (7/5/2019).
 
KPK menemukan bukti permulaan yang cukup terkait tindak pidana penerimaan suap oleh Rommy dari Muhammad Muafaq Wirahadi sebesar Rp 50 juta, dan Haris Hasanuddin sebesar Rp 250 juta. Uang itu diterima Rommy, terkait seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).
 
Awalnya Muafaq diusulkan Haris sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Haris meminta bantuan Gugus Joko Waskito selaku staf khusus Menag mengawal pencalonan Muafaq. Di sisi lain Muafaq turut meminta bantuan Rommy melalui saudara sepupunya bernama Abdul Wahab.
 
Sementara Haris mencalonkan diri sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jatim, tetapi terkendala karena pernah dijatuhi sanksi hukuman disiplin. Yakni penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 tahun. Dari situlah, Haris melalui Gugus berbicara pada Menag.
 
"Agar tetap dapat mengikuti Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Kemenag, Haris Hasanudin melalui Gugus Joko Waskito memberikan masukan kepada menag, soal kendala persyaratan yang dihadapi," kata tim biro hukum.
 
Intinya, Haris juga meminta bantuan Rommy, sehingga akhirnya Haris lulus seleksi administrasi. Haris lalu memberikan Rp 250 juta ke Rommy hingga Haris lulus ke tahap akhir dan terpilih.
 
"Tanggal 5 Maret 2019 Haris Hasanudin dilantik sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jatim oleh menag. Haris Hasanudin mengirim pesan kepada Rommy dan menyampaikan 'Ass wr wb Alhamdulillah dg Bantuan yg sangat luar biasa dari panjenengan dan menag akhirnya sore ini sy selesai dilantik selanjutnya mohon arahan dan siap terus perkuat barisan PPP khususnya jawa timur'," kata tim biro hukum.
 
Setelah itu, Haris juga memberikan uang ke Lukman Hakim. Pemberian itu disebut sebagai kompensasi terpilihnya Haris menjadi Kepala Kanwil. "Tanggal 9 Maret 2019 Lukman Hakim menerima uang Rp 10 juta dari Haris Hasanudin saat kegiatan kunjungan Menag ke salah satu pondok pesantren Tebu Ireng Jombang, sebagai kompensasi atas terpilihnya Haris Hasanudin sebagai Kakanwil Kemenag Jatim," bebernya.
 
Mengenai praperadilan, KPK meminta hakim tunggal menolak segala gugatan Rommy. KPK yakin penyidikannya terhadap Rommy sah secara hukum. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,