Dibekuk, Selvina Buang Bayi Usai Lahiran di Kamar Mandi

Dibekuk, Selvina Buang Bayi Usai Lahiran di Kamar Mandi

Jajaran Rekrim Polsek Kuta tangkap perempuan buang bayi ke tempat sampah. (foto - ist)

Kuta - Seorang perempuan bernama Selvina Buik (26) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ditangkap polisi Kuta Bali. Selvina ditangkap karena membuang bayinya sendiri yang berjenis kemalin laki-laki ke tempat sampah, hingga akhirnya tewas.
 
"Ia melahirkan di kamar mandi dan bayinya dibuang ke tempat sampah dengan dibungkus kain hitam," kata Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu I Putu Ika Prabawa, Kamis (30/5/2019).
 
Menurutnya, pada Jumat 17 Mei sekitar pukul 20.30 Wita, seorang saksi bernama Jufri (44) melewati Jalan Bisma Gang Jatisari Legian Kuta Kabupaten Badung Bali. Saat melintasi, ia melihat ada kerumunan warga di depan rumah kos.
 
Setelah saksi cek ternyata ada penemuan bayi terbungkus kain di tempat sampah dalam kondisi sudah meninggal dunia yang terbungkus kain. Saksi lalu melihat ke dalam kamar kos ditemukan pelaku dalam kondisi lemas, yang merupakan ibu kandung bayi tersebut. 
 
Selanjutnya, saksi pergi ke pos terpadu Desa Adat Legian untuk melaporkan penemuan itu dan juga melaporkannya ke Mapolsek Kuta Bali. Bersama polisi langsung ke lokasi kejadian dan pelaku sudah dilakukan pemeriksaan oleh dokter puskesmas, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Sanglah Denpasar Bali.
 
"Bayi diperiksa oleh petugas identifikasi lalu dirujuk ke kamar jenazah RSUP Sanglah. Pihak RS mengamankan yang bersangkutan karena saat itu mengalami pendarahan, dan dirujuk ke RS Sanglah untuk penanganan medis lebih lanjut," tegas Kanit Reskrim.
 
Pada Selasa 21 Mei sekitar pukul 13.00 Wita, setelah kondisi membaik pelaku dibawa Ke Polsek Kuta guna proses lebih lanjut. "Dari hasil interogasi, ia mengakui telah melahirkan bayi di kamar mandi kosnya dan membuang bayinya ke tempat sampah sebelah kos, yang dibungkus kain hitam," kataya. 
 
Ia menambahkan, bayi itu masih dalam keadaan hidup, karena dari keterangan saksi yang di sebelah kamar mendengar suara tangisan bayi. Selain itu dari hasil otopsi ada bekas memar di sekitar tubuh bayi. Untuk motif pelaku pihak kepolisian masih mendalaminya.
 
Pelaku dijerat dengan Pasal 76C Jo, Pasal 80 ayat 3 dan 4 Undang-undang RI nomor 35, tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang 23, tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman pidana 15 tahun dan denda Rp 3 miliar. (Jr.)**
.

Tags:,