Dampak Kemarau, Air di Empat Waduk di Jateng Mengering

Dampak Kemarau, Air di Empat Waduk di Jateng Mengering

Empat waduk di Jawa Tengah mengering. (foto - ant)

Semarang - Dampak dari kemarau berkepanjangan yang terjadi di Jawa Tengah menyebabkan sedikitnya empat waduk mengalami kondisi kering kerontang. Peningkatan suhu udara yang sangat panas menyebabkan air waduk menyusut drastis, hingga sama sekali tidak ada airnya.
 
"Empat waduk yang kondisinya tidak ada airnya sama sekali yakni Waduk Tempuran Blora, Waduk Sangeh Purwodadi, Waduk Ngancar Wonogiri dan Waduk Botok Sragen," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Dan Penataan Ruang (DPU SDA TARU) Jateng, Eko Yunianto di Semarang, Rabu (24/7/2019).
 
Di Jateng sendiri rata-rata keterisian air waduk berkurang menjadi 73 persen hingga 63 persen. Oleh karena itu, dinas masih terus memantau dampak kekeringan dalam waktu lama di sejumlah daerah. Dari 41 waduk ada sembilan waduk di antaranya yang memiliki debit air di atas 10 juta kubik, dan 32 waduk lainnya dengan daya tampung di bawah 10 juta kubik.
 
"Dari kondisi tersebut, yang saya tampung di atas 10 juta kubik sekarang terisi 73 persen. Kemudian yang waduk kecil cuma terisi 63 persen. Ada pula beberapa lokasi lainnya yang kondisinya di bawah perencanaan yang dilakukan oleh kami," katanya.
 
Pihaknya mengajak warga setempat untuk ikut memantau aliran air waduk, guna bisa memastikan aliran air dapat merata ke area persawahan. "Jadi pemantauan dikerjakan di 135 kontrol poin sungai untuk memastikan aliran air bisa digunakan irigasi," tegasnya.
 
Eko mengimbau, kepada masyarakat untuk mengupayakan pengembalian area serapan air di wilayah perkampungan. Salah satunya dengan memperbanyak biopori, sehingga ketika kemarau warga tidak akan kehabisan sumber air.
 
"Kita bisa menggerakkan secara massal yang bisa memberikan kontribusi luar biasa. Jadinya curah hujan bisa dimasukkan semua ke perut bumi kita. Kita harus bisa mengembalikan aliran dasar itu ke dalam perut bumi. Paling tidak, mesti ada formulasi baru untuk diupayakan bareng pemerintah dan lembaga masyarakat," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,