Belasan Gadis Bandung Dibekuk di Eks Lokalisasi Situbondo

Belasan Gadis Bandung Dibekuk di Eks Lokalisasi Situbondo

Belasan gadis asal Bandung diamankan di eks lokalisasi Gunung Sampan Situbondo Jatim. (foto - ist)

Situbondo - Belasan  gadis  dan  seorang  pria  asal  Bandung  diamankan di  eks lokalisasi  Gunung Sampan Desa Kotakan Kecamatan Situbondo Jatim. Bahkan, 5 orang di antaranya masih di bawah umur.
 
Ironisnya, salah satu perempuan dan pria yang diamankan itu mengaku berstatus suami - istri (pasutri). Diduga, keduanya memiliki peranan penting dalam merekrut para korban hingga tiba di eks lokalisasi di Situbondo.
 
"Pria berinisial R dan salah satu perempuan berinisial I mengaku sebagai suami istri. Diduga, I yang merekrut dan suaminya sebagai sopir yang membawa perempuan itu ke Situbondo. Kami masih dalami," kata Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Masykur di Mapolres, Minggu (28/7/2019).
 
Disebutkan, sebelum bekerja di eks lokalisasi di Situbondo, I memang sudah bekerja dengan profesi serupa di Bali. Dari Bali, perempuan 20 tahun itu melanjutkan pekerjaannya di eks lokalisasi di Situbondo.
 
Sebulan lalu, ia pulang ke Bandung dan diduga melakukan rekrutmen beberapa gadis. "Bukan saya yang mengajak semuanya. Jadi teman mengajak temannya, begitu seterusnya. Saya juga bilang terus terang pekerjaannya tidak saya tutup-tutupi. Saya yang mengajak pun tidak dapat apa-apa," kata perempuan beranak dua itu kepada penyidik.
 
Mereka lalu bertolak ke Situbondo dengan menumpang travel. Sementara suami berinisial R (20) juga menepis dirinya sebagai sopir. Ia keukeuh hanya membantu menyediakan travel milik kenalannya di Bandung. Tiap penumpang dikenakan ongkos Rp 1 juta.
 
Pembayaran dilakukan saat mereka sudah tiba di eks lokalisasi. Pembayaran ongkos transportasi disebut dilakukan oleh si mucikari, dengan sistem utang dari masing-masing korban.
 
"Bayarnya di sini. Dipinjami sama papi dulu. Habis nganter, travelnya langsung pulang. Saya bukan sopir. Kalau saya ke sini ikut istri. Kami memang suami istri, tapi baru nikah siri," aku R yang langsung dibenarkan oleh I.
 
Pria tersebut mengaku mengetahui profesi istrinya selama bekerja di eks lokalisasi bersama sejumlah perempuan lainnya. Mereka semua mangkal di tiga wisma, yang seluruhnya milik seorang mucikari berinisial S.
 
"Selama di Situbondo, saya tinggal di sebuah rumah kontrakan. Habis kerja istri saya pulang ke rumah kontrakan. Rencananya mau buka toko atau konter HP," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,