BNN Bekuk Pengedar & Bandar Sabu Jaringan Lapas Kerobokan

BNN Bekuk Pengedar & Bandar Sabu Jaringan Lapas Kerobokan

BNN Bali tangkap pengedar dan bandar sabu jaringan Lapas Kerobokan. (foto - ist)

Denpasar - Pengedar dan bandar sabu jaringan Lapas Klas A II Kerobokan Badung ditangkap petugas BNN Provinsi Bali. Mereka Dewa Ayu alias Bella (22) dan Ari atau Antok.
 
Bella sebagai kaki tangan Antok diamankan di kosnya di Denpasar, Kamis 8 Agustus pukul 10.00 Wita. Barang bukti yang berhasil diamankan 7,08 gram sabu. Sedangkan Antok pengendali Bella sekaligus narapidana di Lapas Klas II A Kerobokan. Antok sudah divonis 11 tahun oleh pengadilan.
 
"Diawali dari tertangkapnya Bella, ia pengedar jaringan Lapas dan mendapatkan Antok yang sekarang berada di LP dan dalam vonis 11 tahun, ia juga mengedarkan dari Lapas," kata Kepala BNNP Bali Brigjenpol I Putu Gede Suastawa di Kantor BNNP Bali, Kamis (29/8/2019).
 
Kabid Pemberantasan BNNP Bali AKBP Nyoman Sebudi menjelaskan, Bella juga pemakai narkoba. Oleh karena itu, alasan Bella mau menjadi pengedar adalah upah dan bisa memakai sabu secara cuma-cuma.
 
"Terkadang Bella tidak perhitungan dengan upah, ia pun memakai barang sabu," katanya. Sebudi menyatakan, penangkapan Antok berawal dari pengakuan Bella. Saat itu juga, BNN menghubungi Kepala Lapas Kerobokan sebelum melakukan penangkapan Antok.
 
"Saat kita tangkap Bella, kita cek siapa yang menyuruhnya, ia menyebut salah seorang napi. Saya kontek Kalapas, dengan berkoordinasi dengan Kalapas yang bersangkutan tidak butuh waktu lama kita tangkap," tegasnya.
 
Atas perbuatannya tersangka kami jerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan 112 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman minimal empat tahun penjara," katanya. (Jr.)**
.

Tags:,