2 Flyover Rp 77 Miliar Jalan Jakarta & Laswi Mulai Dibangun

2 Flyover Rp 77 Miliar Jalan Jakarta & Laswi Mulai Dibangun

Groundbreaking pembangunan flyover Jalan Laswi - Jalan Pelajar Pejuang dan Jalan Jakarta - Jalan Supratman Kota Bandung. (foto - ist)

Bandung - Pemerintah  Provinsi  (Pemprov)  Jawa  Barat  mulai  membangun  dua  flyover (jalan layang)  di  dua  titik, yakni Jalan Laswi - Jalan Pelajar Pejuang sepanjang 520 meter melintasi Jalan Gatot Soebroto, dan Jalan Jakarta - Jalan Supratman melintasi Jalan Ahmad Yani sepanjang 500 meter.
 
Pembangunan flyover di kedua titik yang dimulai September ini menelan anggaran berasal dari APBD Pemprov Jabar. Sedangkan flyover Laswi menghabiskan dana Rp 35,9 miliar, sedangkan flyover Jalan Jakarta sebesar Rp 42 miliar.
 
Gubernur Jabar Ridwan Kamil telah melakukan groundbreaking atau peletakan pembangunan tahap satu flyover Jalan Jakarta - Jalan Supratman dan Jalan Laswi - Jalan Pelajar pejuang di titik Jalan Jakarta Kota Bandung, Selasa (3/9/2019).
 
Tahap pertama, Pemprov fokus pada pembenahan jalan di bawah seperti pembenahan utilitas PLN dan PDAM, pembangunan fondasi, pembenahan drainase dan pengerasan. Masing-masing akan menghabiskan anggaran Rp 4,2 miliar untuk Jalan Laswi, dan Rp 8,3 miliar untuk Jalan Jakarta.
 
Pekerjaan akan berlangsung selama 120 hari kerja dan akan selesai akhir tahun ini. Sementara untuk tahap kedua akan dilelang Oktober, dan konstruksinya dilakukan 2020 dengan masa kerja 180 hari dan bisa dioperasikan pada akhir 2020.
 
 
Peta lokasi pembangunan flyover di Jalan Jakarta - Jalan Supratman.
 
 
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Pemprov Jabar Koswara menyatakan, pembangunan dilakukan di atas jaringan jalan provinsi guna meningkatkan konektivitas wilayah, aspek konstruksi keamanan dan keselamatan.
 
"Kinerja simpang ini sudah jenuh. Dua titik yang sering macet dan menuju pusat kota ditambah sudah banyak permukiman di timur Bandung, sehingga harus diperluas dengan membangun konektivitas agar tidak lagi terjadi kemacetan," katanya.
 
Koswara meminta maaf dan meminta warga Kota Bandung pengguna jalan tersebut untuk memahami, selama konstruksi dilakukan akan membuat tidak nyaman perjalanan.
 
Pemkot Bandung sendiri memandang pembangunan flyover tersebut sangat penting, sementara pemkot tidak mampu untuk mendanai proyek sebesar itu. "Terima kasih pak Gubernur yang telah bantu Kota Bandung untuk infrastruktur yang besar. Kalau ini beres, Andir, Kopo dan masih banyak jalan lainnya untuk dibangun flyover," kata Walikota Bandung Oded.
 
Emil mengatakan, Kota Bandung memang sudah sangat padat. Kuncinya memperbanyak konektivitas yang baru maupun memperbaiki yang sudah ada. Dalam konektivitas motor mobil harus sejalan, sambil dipromosikan transportasi publik dan jalan kaki.
 
"Pada tahun ini dan juga tahun depan kita membangun flyover di dua titik sesuai dengan aspirasi, tinggal membahas dengan Pak Koswara titik mana lagi yang akan dibangun," tegas Emil.
 
Emil pun meminta kontraktor untuk bekerja secara rapi selama proses konstruksi bagian bawah ini, dengan mencari metode konstruksi yang menekan kemacetan. "Bismillah akan panen kemaslahatan. Sekarang riweuh, namun semua itu indah pada waktunya," kata Emil. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,