Bule Perancis Ditangkap di Bali setelah Terima Paket Kokain

Bule Perancis Ditangkap di Bali setelah Terima Paket Kokain

Olivier Jover (kiri) WN Perancis ditangkap usai terima paket kokain. (foto - ist)

Badung - Petugas  Bea  Cukai  Bandara  Ngurah  Rai  menangkap  warga  negara (WN)  Perancis  Olivier  Jover  (47)  setelah menerima paket berisi 22,57 gram kokain asal Orleans Perancis.

Petugas Bea Cukai Ngurah Rai yang melakukan pengawasan di Kantor Pos atas seluruh pengiriman paket internasional tujuan Bali, mencurigai paket kiriman ke alamat di Canggu Badung pada Selasa 15 Oktober.

"Atas kecurigaan itu, petugas melakukan pemeriksaan fisik dan menemukan serbuk putih dalam paket, dan setelah diuji kandungannya di laboratorium Bea Cukai Ngurah Rai membuktikan serbuk itu positif mengandung sediaan narkotika jenis kokain seberat 22,57 gram," kata Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai Bali Himawan Indarjono di kantornya Jalan Airport Ngurah Rai Badung Bali, Senin (21/10/2019).

Berdasarkan temuan itu, petugas lalu melakukan penelusuran terhadap penerima paket yang berinisial WS di Canggu Badung. Saat melakukan pengantaran, alamat yang tertera ternyata palsu, petugas lalu coba menghubungi kontak yang tertulis dan tersambung.

Petugas berhasil menghubungi nomor kontak yang tertera pada paket yang dijawab oleh seorang WNA. Petugas dan WNA yang diketahui berinisial OJ menyepakati untuk mengubah tujuan lokasi pengantaran paket ke kantor pos Batu Bolong.

"Namun pengantaran kembali diubah ke SPBU Pererenan. Setelah ditunggu, serah terima dilakukan petugas ke yang bersangkutan, kemudian OJ pun langsung diamankan petugas dan dimintai keterangan," tegas Himawan.

Sementara itu, Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait paket berisi kokain tersebut. Dari pengakuan tersangka Jover, ia baru satu kali memesan kokain itu.

"Pos kokain dari Orleans Perancis, oleh orang yang berada di sana dengan tulisan SA Holmann. Ia mengaku baru satu kali pesan dari Perancis," katanya. Ruddi pun mengingatkan, pihaknya tidak segan untuk menindak tegas para kurir maupun bandar narkotika di Bali.

Ia meminta para wisatawan yang datang ke Bali untuk berlibur bukan untuk pesta narkotika. "Saya ingatkan lagi kepada wisatawan yang datang ke Bali, jangan coba-coba melakukan tindak pidana narkotika. Saya tidak segan melakukan tindakan tegas, akan saya tembak. Saya ingin Bali zero narkoba," tegas Ruddi.

Atas perbuatannya, Jover disangkakan melanggar Pasal 102 huruf (e) Undang-Undang nomor 17 tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995, tentang Kepabeanan jo pasal 113 ayat (2) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Jover terancam hukuman pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,