Satgas Citarum Sektor 21 Petakan Masalah di Musim Hujan

Satgas Citarum Sektor 21 Petakan Masalah di Musim Hujan

Sungai Citarum belum benar-benar terbebas dari sampah dan limbah. (foto - ist)

Bandung  -  Setelah  2  tahun  berjalan,  Satuan  tugas  (Satgas)  Citarum  Harum  Sektor  21  telah  memetakan  masalah khususnya di sejumlah anak Sungai Citarum. Khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Bandung menghadapi datangnya musim hujan.
 
Menurut Komandan Sektor (Dansektor) 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, untuk mengantisipasi masalah banjir pihaknya sudah melakukan pengangkatan sedimentasi di Sungai Citepus, yang berada di belakang jalan raya Moh Toha Cisirung. Pihaknya memaksimalkan 1 alat berat dan 7 dump truk.
 
"Panjang yang kita bersihkan 2 km dan lebar 10 meter dengan kedalaman ada 3 meter. Alhamdulillah pengerukan pada musim kemarau kemarin sudah selesai. Terbukti kemarin hujan besar biasanya kiri kanan Sungai Citepus banjir, kini airnya hanya sampai kirmir," kata Yusep, Minggu (3/11/2019).
 
Selain itu, Satgas Citarum Harum memaksimalkan alat berat untuk mengangkat sedimentasi di kolam retensi, yang berada kawasan Cieunteung dan Situ Andir Baleendah. "Kemarin hujan besar kita tidak mendengar banjir, alhamdulillah," katanya.
 
Kemudian Sektor 21 Satgas Citarum Harum juga terus menindak perusahaan yang membuang limbah industrinya ke sungai. Selama musim hujan pihaknya akan meningkatkan patroli. "Masih ada pihak perusahaan yang belum mengerti, dan mencuri kesempatan dalam membuang IPAL. Kita antisipasi, begitu hujan patroli kita tingkatkan," katanya.
 
Semua pembuangan limbah dari pabrik dulunya di bawah sungai, sekarang kan sudah di atas sungai, sehingga kalau kotor kelihatan. Mengenai masalah sampah, Yusep minta warga untuk meningkatkan kesadaran, meski ia paham ada yang kesulitan membuang sampah ke tempatnya karena sarananya kurang.
 
"Kita tahu, TPA Sarimukti untuk 4 kabupatenk/kota menghasilkan sampah sekitar 6.000 ton per hari. Sedangkan Sarimukti sendiri hanya bisa menampung 2.000 ton. Jadi yang 4.000 tonnya lagi kemana? Yakni di sekitar masyarakat, itu yang kita antisipasi," tambahnya.
 
Sejauh ini, pihaknya gencar sosialisasi kepada warga terkait masalah sampah. Bahkan, Sektor 21 pun sudah melakukan tindakan pemberian sanksi sosial bagi warga yang ketahuan membuang sampah sembarangan. Namun, hal itu pun belum cukup untuk menyadarkan masyarakat.
 
"Mereta yang ketahuan ikut kerja bakti dengan kita selama dua minggu, tapi itu juga belum cukup. Saya sosialisasi secara terpusat maupun door to door. Setelah didata kita hanya bisa menyentuh warga sekitar 150 ribu orang selama hampir dua tahun ini. Artinya, masih banyak warga yang belum tersentuh oleh kegiatan Citarum Harum tersebut," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,