13 Orang Tewas Ditembak Mati Usai Unjuk Rasa Rusuh di Irak

13 Orang Tewas Ditembak Mati Usai Unjuk Rasa Rusuh di Irak

Unjuk rasa anti terhadap sejumlah partai politik pemerintah Irak. (foto - Associated Press)

Baghdad - Sedikitnya 13 pengunjuk rasa ditembak mati pasukan keamanan Irak dalam 24 jam terakhir. Peluru dilepas untuk membubarkan para demonstran yang anti terhadap sejumlah partai politik pemerintah.
 
Seperti dilaporkan AFP, Rabu (6/11/2019) setelah delapan orang terbunuh pada Senin 4 November, pasukan keamanan menembak mati setidaknya lima orang lainnya dalam semalam atau pada hari Selasa waktu setempat.
 
Pasukan keamanan pun menembak mati seorang yang tewas dengan tembakan langsung pada prosesi pemakaman bagi orang lain, yang meninggal beberapa jam sebelumnya. Lebih dari 260 warga Irak tewas dalam demonstrasi sejak awal Oktober.
 
Mereka melakukan unjuk rasa melawan pemerintah yang mereka pandang korup, dan terikat pada kepentingan asing terutama Iran. Kekerasan baru itu dimulai sehari setelah Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi mengimbau para pemrotes, untuk menunda unjuk rasa mereka yang disebut telah mencapai tujuan dan melukai ekonomi.

Adel telah menyatakan bersedia mengundurkan diri, jika politisi menyetujui penggantian dan telah berjanji sejumlah reformasi. Namun, pengunjuk rasa mengatakan itu tidak cukup dan meminta seluruh partai politik harus pergi.

Diketahui, sejumlah aksi demo melanda Irak sejak 1 Oktober lalu. Diawali oleh kaum muda Irak yang memprotes korupsi dan menuntut lapangan kerja, sebelum kemudian menyerukan mundurnya pemerintah.
 
Sementara itu, parlemen Irak yang terpecah atas sejumlah aksi demonstrasi tersebut akan menggelar sidang pekan ini juga, untuk membahas tuntutan para demonstran. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,