Sopir Pikap Tewas Tersambar Kereta Joglo Semar di Sragen

Sopir Pikap Tewas Tersambar Kereta Joglo Semar di Sragen

Minibus Grand Max hancur setelah dihantam Kereta Joglo Semar di Sragen. (foto - ist)

Sragen - Kecelakaan  maut  terjadi  di perlintasan  kereta tanpa  palang  pintu  kawasan  Ngebuk Dk. Candi  Rejo  Kangen Gemolong Sragen. Kereta Api Joglo Semar Kerto menyambar mobil jenis pikap Grand Max dengan nomor polisi AD 1895 YP, Rabu sore sekitar pukul 15.25 WIB.
 
Satu orang ditemukan meninggal dengan kondisi mengenaskan, setelah terpental keluar dari mobil yang dikemudikannya. Korban tewas yakni pengemudi Grand Max, Sugeng (40).
 
Berdasarkan informasi, menurut penuturan saksi bernama Suratman warga Candirejo Kwangen Gemolong, kecelakaan terjadi awalnya saat mobil Grand Max melaju dari Gemolong hendak pulang ke Soko Miri.
 
Mobil terus melaju meski di perlintasan jalurnya agak menanjak. "Sesampainya di lokasi perlintasan Ngebuk Candi Rejo yang agak menanjak, mobil tersebut langsung saja menyeberang," katanya, Rabu (6/11/2019).
 
Ketika mobil berada di tengah perlintasan kereta lanjut Suratman, dari arah selatan melaju Kereta Api Joglo Semar Kerto jurusan Solo - Semarang. Karena jaraknya sudah sangat dekat akhirnya mobil pun tertabrak dan terseret hingga beberapa meter dari lokasi perlintasan.
 
"Jarak kereta api memang sudah sangat dekat, sehingga tabrakan pun tidak bisa terhindarikan. Dalam kejadian tersebut menimbulkan suara yang cukup keras," katanya.
 
Ia menambahkan, sebelumnya warga sempat memberikan peringatan dengan cara berteriak. Namun, pengemudi kemungkinan tidak mendengar, sehingga tetap melajukan kendaraannya melewati perlintasan tanpa palang pintu.
 
"Sempat diperingatkan, tapi mungkin pengemudi tersebut tidak dengar, akhirnya terjadi kecelakaan. Satu orang di dalam mobil, yakni pengemudi tewas seketika di lokasi kejadian dalam kecelakaan tersebut," katanya.
 
Tak lama setelah kejadian, petugas dari Polsek Gemolong dipimpin Kapolsek Gemolong AKP I Ketut Putra langsung mendatangi lokasi. Jenazah langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Yaksi Gemolog. "Ya, satu orang meninggal, kasusnya masih dalam penyelidikan," kata Ketut Putra. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,