20 Kasus Perceraian PNS Terjadi Tiap Bulan di Kab. Bandung

20 Kasus Perceraian PNS Terjadi Tiap Bulan di Kab. Bandung

Warga memadati ruang tunggu di Pengadilan Agama Soreang Kabupaten Bandung. (foto - ist)

Bandung - Berdasarkan  data  dari  Pengadilan  Agama  Kabupaten  Bandung  menyebutkan, sejak Januari hingga Oktober tercatat 224 kasus perceraian yang terjadi di wilayahnya.
 
"Ada 74 cerai talak, itu suami yang mengajukan. Sedangkan cerai gugat atau istri yang mengajukan ada 150. Semuanya yang mengajukan itu PNS," kata Panitera PA Kabupaten Bandung Adam Iskandar di PA Kabupaten Bandung, Rabu (6/11/2019).
 
Menurutnya, perceraian yang dilakukan para PNS itu diajukan sesuai izin pimpinan, seperti yang diatur dalam PP No. 10 Tahun 1983 jo PP 45 Tahun 1990. "Jika PNS cerai harus berdasarkan izin dari pimpinan," katanya.

Adam menjelaskan, alasan para PNS itu bercerai bermacam-macam. Ada yang karena faktor ekonomi, memiliki pasangan baru atau masalah yang tak dapat diselesaikan. "Sebagian besar karena faktor ekonomi, lainnya karena memiliki wanita idaman lain atau pria idaman lain," tegasnya.

Meski penghasilan PNS sudah dikatakan cukup, ekonomi kerap menjadi akar permasalahan sehingga mereka harus berpisah. "Faktor ekonomi dari sisi penghasilan PNS sudah jelas pendapatannya, tapi PNS punya gaya hidup luar biasa hingga banyak potongan," katanya. Kebanyakan hubungan keluarganya pun sudah tidak harmonis.
 
Adam menyebutkan, sebagian besar perceraian terjadi pada pasangan usia produktif. "Rata-rata dilakukan oleh PNS perempuan," katanya. PNS yang bercerai itu datang dari berbagai dinas di lingkungan Pemkab Bandung. Namun kebanyakan dari Disdik atau guru.
 
"Suami pangkat lebih tinggi dan istrinya ada di bawah, atau sebaliknya, itu juga bisa jadi pemicu. Biasanya mereka juga ego, sehingga keluarganya tak harmonis lagi," tegas Adam. Meski angka perceraian di kalangan PNS cukup tinggi, kasusnya lebih sedikit dibanding warga sipil.

Secara umum, total rata-rata perceraian yang terjadi dalam 10 bulan terakhir 800 kasus per bulan. "Kabupaten Bandung ada di peringkat ketiga, setelah Indramayu dan Kabupaten Cirebon," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,