Aktivitas G. Merapi Meningkat Boyolali & Magelang Hujan Abu

Aktivitas G. Merapi Meningkat Boyolali & Magelang Hujan Abu

BPPTKG catat peningkatan aktivitas Gunung Merapi (foto - ist)

Sleman - Aktivitas Gunung Merapi di Kabupaten Sleman Yogyakarta mengalami peningkatan. Letusan kembali terjadi yang terekam di seismogram dengan amplitudo 65 mm dan durasi 160 detik, Sabtu (9/11/2019) pukul 06.21 WIB.
 
Berdasarkan keterangan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaida, awan panas meluncur dengan jarak sekitar 2 km ke arah Kali Gendol. Kolom asap letusan setinggi ±1.500 m dari puncak.
 
Untuk mengantisipasi gangguan abu vulkanik terhadap penerbangan, VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) telah diterbitkan dengan kode warna Orange. Selain itu, hujan abu dilaporkan terjadi di sekitar gunung. Merapi dengan arah dominan ke sektor Barat sejauh 15 km dari puncak.
 
Wilayah yang terdampak hujan abu tipis antara lain di Wonolelo, Sawangan di Kabupaten Magelang dan Tlogolele, Selo Kabupaten Boyolali. Ancaman bahaya dari kejadian letusan semacam itu, berupa Awan Panas Letusan (APL) yang bersumber dari material kubah lava dan lontaran material vulkanik, dengan jangkauan <3 km berdasarkan volume kubah yang sebesar 416.000 m3 berdasarkan data drone 30 Oktober 2019.
 
"Masyarakat agar tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 km dari puncak Merapi. Untuk informasi resmi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG Jalan Cendana No. 15 Yogyakarta telepon (0274) 514192," sebutnya.
 
Sebelumnya, pasca letusan 14 Oktober 2019 data pemantauan mengalami peningkatan pada 25 Oktober 2019. Berupa kenaikan jumlah gempa vulkano-tektonik dalam (VTA) mencapai 12 kali. Peningkatan itu diikuti dengan kenaikan gempa gempa dangkal pada 26-28 Oktober. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,