11 orang komplotan Pencuri 42 Mobil-Pemalsu STNK Diciduk

11 orang komplotan Pencuri 42 Mobil-Pemalsu STNK Diciduk

Pengungkapan komplotan pencuri 42 mobil dan pemalsu STNK di Mapolda Jabar. (foto - ant)

Bandung  -  Jajaran  Direktorat  Reserse  Kriminal  Umum  (Ditreskrimum)   Polda   Jabar  menangkap  sedikitnya  11  orang yang merupakan komplotan pencurian mobil dan pemalsuan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
 
Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi menyatakan, para tersangka melancarkan aksinya dengan membobol pintu mobil yang terparkir di jalan dan perumahan. Total ada 42 mobil yang disita dari tangan para pelaku.

"Kita sita 42 kendaraan mobil berbagai jenis hasil pencurian para pelaku. Tersangka membuka pintu kendaraan dengan cara menggunakan kunci palsu, lalu mengganti soket kontak," kata Rudy kepada wartawan di Mapolda Jabar Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Senin (11/11/2019).

Menurutnya, para pelaku tidak hanya mencuri mobil tapi juga memalsukan STNK. Itu dilakukan untuk mengaburkan status kepemilikan kendaraan sebelum dijual. "Tersangka palsukan STNK dengan cara menghapus data kendaraan yang tercantum di STNK asli dengan menggunakan amplas. Lalu diberi warna dengan menggunakan pensil warna agar menyerupai aslinya," katanya

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Jabar Kombes Samudi mengatakan, pelaku juga bekerja sama dengan pegawai Pengadilan Bale Bandung, untuk membuat surat penitipan perawatan barang bukti. Dua oknum di bagian administrasi Pengadilan Bale Bandung turut diamankan.

"Dari pengembangan ada informasi terdapat oknum dari pengadilan itu mengeluarkan surat semacam barang bukti atau penitipan barang bukti, sehingga kendaraan itu seakan dalam proses peradilan," tegas Samudi.

Samudi menjelaskan, surat yang dibuatkan pengadilan itu resmi, namun tidak tercatat di administrasi pengadilan. Pihaknya masih mendalami jaringan oknum pegawai itu. "Kita masih kembangkan, apakah oknum itu bekerja sendiri atau memang ada jaringan," katanya.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal yang berbeda. Untuk enam pelaku pencurian, disangkakan Pasal 363 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 7 tahun sampai dengan 9 tahun penjara.

Sedangkan tiga tersangka pemalsuan STNK dan dua tersangka oknum pegawai pengadilan pemalsu surat penitipan barang bukti, disangkakan Pasal 263 KUHPidana dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (Jr.)**
.

Tags:,