Bongkar Taman Atasi Macet Jl Sukajadi Tak Bisa Sembarang

Bongkar Taman Atasi Macet Jl Sukajadi Tak Bisa Sembarang

Warga lebih banyak mengeluh akibat rekayasa Jalan Sukajadi dan Cipaganti Bandung. (foto - ist)

Bandung - Sejumlah  pihak  dalam  Forum  Lalu  Lintas  serta  Angkutan  Jalan  telah  mengadakan  rapat evaluasi sekaligus menyusun kajian, menyoal manajemen arus lalu lintas di kawasan Sukajadi, Cipaganti dan Setiabudi.
 
Berdasarkan hasil rapat, para pihak bakal mengambil sejumlah langkah lanjutan untuk mengurai titik antrean kendaraan yang masih terjadi. Antara lain memodifikasi sejumlah taman dan meminta pihak mall PVJ agar menutup akses keluar dan masuk kendaraan yang berada di Jalan Sukajadi.
 
Diduga, akses keluar dan masuk PvJ yang berada di Jalan Sukajadi turut menjadi penghambat arus lalu lintas. Diinstruksikan, jajaran Dishub Kota Bandung agar memerhatikan arus lalu lintas di Jalan Sukajadi berkoordinasi dengan pengelola PvJ.
 
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung EM Ricky Gustiadi, Selasa (12/11/2019) menyatakan,  manajemen rekayasa arus lalu lintas Jalan Sukajadi dan sekitarnya berjalan baik secara umum. Hanya memang, masih terjadi kemacetan, terutama saat jam puncak aktivitas masyarakat pada pagi, sore dan malam.
 
Saat berlangsung puncak aktivitas masyarakat, ekor antrean kendaraan di Jalan Pasteur (depan RSHS dan Biofarma) bisa sampai ke Jalan Cihampelas. Diakui, pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak PvJ. Diharapkan, PvJ bersedia ikut mendukung langkah mengurangi kemacetan terutama di sekitar Sukajadi.
 
"Harapannya, pengelola PvJ bersedia melaksanakan (menutup akses kendaraan yang berada di Jalan Sukajadi) mulai pekan depan, seiring dengan waktu penerapan uji coba," katanya.
 
Manajemen rekayasa lalu lintas lanjut Ricky, merupakan bagian Pemkot Bandung mengatasi persoalan kemacetan. Sejalan dengan langkah itu, pemerintah juga terus menyediakan dan meningkatkan mutu transportasi massal. Pertumbuhan jalan di bawah 1 persen, sedangkan jumlah kendaraan meningkat 13 persen setiap tahun. Hal itu bukan perbandingan yang setara," tegas Ricky.
 
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Folmer Siswanto Silalahi mengingatkan kepada pihak eksekutif, agar melakukan tindakan lanjutan atas evaluasi manajemen rekayasa lalu lintas Jalan Sukajadi dan sekitarnya berdasarkan kajian matang.
 
Apalagi, terkait rencana pembongkaran sejumlah taman, yang merupakan bagian ruang terbuka hijau Kota Bandung. "Seharusnya turut melibatkan Organisasi Perangkat Daerah terkait, bukan hanya forum LLAJ," katanya.
 
Membongkar taman lanjut Folmer, tak bisa sembarangan. Apalagi, sampai saat ini RTH di Kota Bandung belum sesuai dengan amanat undang-undang. Pemkot perlu menyiapkan lahan ruang terbuka hijau pengganti, minimal luasnya sama dengan bagian taman yang terkena pembongkaran. "Lebih bagus lagi, Pemkot Bandung mengganti bagian taman yang terkena pembongkaran dengan lahan RTH yang lebih luas," katanya. (Jr.)**

 

.

Categories:Bandung,
Tags:,