Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Dituntut 7 Tahun Bui

Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Dituntut 7 Tahun Bui

Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Dituntut 7 Tahun Bui. (foto - ist)

Jakarta - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut mantan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip hukuman pidana 7 tahun penjara, dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan.
 
Sri Wahyumi diyakini bersalah menerima suap dari pengusaha Bernard Hanafi Kalalo. "Menuntut agar majelis hakim menyatakan terdakwa Sri Wahyumi Maria Manalip dan Benhur Lalenoh, terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata jaksa KPK, Lie Putra Setiawan saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (18/11/ 2019).
 
Menurut Jaksa, perbuatan Sri Wahyumi dilakukan bersama-sama dengan Benhur Lalenoh, yang merupakan perantara suap. Sementara, Benhur dituntut empat tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan.
 
Dalam tuntutannya, Jaksa juga meminta supaya majelis hakim menjatuhkan hukuman tambahan bagi Sri Wahyumi. Yakni pencabutan hak politik selama lima tahun.

"Menjatuhkan pidana tambahan pada terdakwa Sri Wahyumi, berupa pencabutan hak untuk menduduki jabatan publik selama lima tahun," kata Jaksa.

Dalam pertimbangannya Jaksa menyebutkan, Sri Wahyumi dan Benhur tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi. "Hal yang meringankan, sopan punya tanggungan keluarga dan belum pernah dihukum," katanya.

Atas perbuatannya, Sri Wahyumi dan Benhur Lalenoh dijerat dengan Pasal 12 huruf a UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 dan Pasal 64 ayat 1 KUHP. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,