Ibu-ibu Muda Datangi Polres Serang Tertipu Arisan Online

Ibu-ibu Muda Datangi Polres Serang Tertipu Arisan Online

Sejumlah ibu muda mendatangi Polres Serang Kota terkait arisan online. (foto - ist)

Serang - Sejumlah ibu muda mendatangi Polres Serang Kota untuk menyerahkan suami dari pelaku praktik arisan online dan investasi bodong hingga mencapai nilai Rp 2 miliar.
 
Menurut salah seorang korban arisan online, Elvina (34), dirinya menginvestasikan uang ratusan juta karena diajak teman saat sekolah berinisial YS, yang diketahui pemilik arisan itu. Ajakan pun membuahkan hasil dengan investasi uang awal Rp 10 juta.
 
"Sebenarnya yang perempuannya temen saya kecil dari SD. Ia mengajak saya investasi. Pertama itu gathering, nominalnya Rp 10 juta. Awalnya pembayaran lancar dan bagi hasilnya 10 persen," kata Elvi kepada wartawan di Polres Serang Kota, Selasa (3/12/2019).
 
Telah merasakan hasilnya, Elvina pun lalu menambah investasi secara bertahap hingga total yang ditransfer mencapai Rp 160 juta. "Hanya bayar satu atau dua bulan, saya melihat gelagat tak baik. Terakhir yang Rp 70 juta sama sekali enggak ada pembayaran," keluhnya.
 
Selain investasi, Elvina juga bergabung dengan arisan yang selalu dikocok dengan kurun waktu mingguan dan bulanan, dan diumumkan melalui siaran langsung di media sosial Instagram. Namun, berjalannya waktu arisan itu terhenti, sebelum para pengikutnya mendapatkan hasil.
 
"Dikocoknya live IG, yang seminggu Rp 250 ribu, ada yang Rp 20 juta. Saya ikut yang Rp 20 juta sama mingguan. Yang mingguan dapetnya Rp 12 juta, kalau yang bulanan Rp 2 juta yang ikut 20 orang," katanya.
 
Mengendus ada yang tidak benar, para korban mencoba menghubungi YS, namun tidak ada respon bahkan ke rumahnya susah ditemui. "Secara pribadi investasi dan arisan saya sudah mencapai Rp 360 juta," ujarnya.
 
Ia mengatakan, arisan tersebut dimulai sejak tahun 2019, sedangkan investasi sejak tahun 2018. Uang para korban pun mencapai Rp 2 miliar dibawa kabur.
 
Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Indra Feradinata, membenarkan adanya laporan dari para korban investasi dan arisan bodong. Namun, saat ini masih dalam proses penyelidikan. "Kami masih lidik," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,