Jembatan Solok di Selatan Jebol 3.266 Jiwa di 4 Dusun Terjebak

Jembatan Solok di Selatan Jebol 3.266 Jiwa di 4 Dusun Terjebak

Jembatan penghubung sepanjang 60 meter di Solok Selatan Sumbar jebol diterjang banjir. (foto - ist)

Solok - Sedikitnya 3.266 jiwa dari 808 kepala keluarga (KK) di empat dusun yakni Jorong Sungai Pangkua, Kandang Baniah, Sungai Binuang dan Batang Lolo Panduang Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) terjebak, akibat akses jembatan penghubung sepanjang 60 meter jebol diterjang banjir, Jumat 13 Desember dinihari.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat Firdaus menyebutkan, meski terdapat jalan alternatif warga harus memutar arah untuk bisa keluar dari dusun mereka.

Jaraknya cukup jauh diperkirakan sekitar 20 kilometer untuk bisa keluar dari dusun mereka. Jembatan itu merupakan akses penghubung yang vital. "Saat banjir pertama, jembatan itu sudah ambruk, diperparah diterjang banjir berikutnya. Di kawasan itu juga ada empat sekolah masing-masing SMA, Tsanawiyah, dua sekolah dasar dan Kantor Urusan Agama," kata Firdaus, Sabtu (14/12/2019).

Menurutnya, karena jembatan itu sangat vital dan menyangkut akses ribuan warga dan pelajar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan sudah membuat surat pinjaman jembatan bayle (darurat), yang ditujukan kepada Dinas Pekerjaan Umum di Padang.

"Sudah diajukan surat peminjaman jembatan bayle, namun terealisasi. Sempat dibangun fondasi namun dihantam banjir lagi dan rusak. Ini harus cepat diatasi, karena ambruknya jembatan itu berdampak pada aktivitas ribuan warga di sana," katanya.

Sebelumnya, BPPD Kabupaten Solok Selatan merilis sebanyak 750 rumah warga yang tersebar di empat kecamatan, yakni Koto Parik Gadang Diateh, Sungai Pagu, Pauh Duo dan Kecamatan Sangir Batang Hari terendam banjir.

Banjir terjadi akibat luapan dua sungai yang dipicu tingginya curah hujan sejak dua hari terakhir. Sementara 469 jiwa di antaranya terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. BPBD setempat mendirikan sejumlah tenda darurat di Taman kota Muara Labuh salah satunya.

Banjir yang juga dipicu akibat tingginya curah hujan ternyata tidak hanya merendam permukiman warga dan merusak fasilitas umum. Namun berdampak pada proses ujian semester satu bagi siswa Sekolah Dasar Negeri 10 Pasar Muara Labuh.

Naskah ujian terendam air menyebabkan sebanyak 101 siswa di sekolah itu gagal ujian. Otoritas terkait belum bisa memastikan kapan ujian semester satu yang tinggal dua hari lagi bisa diselenggarakan. Saat ini pihak sekolah masih fokus membersihkan sisa material banjir. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,