Penyelundupan, 6 WNA Dibekuk di Bali Terancam Hukuman Mati

Penyelundupan, 6 WNA Dibekuk di Bali Terancam Hukuman Mati

6 WNA ditangkap di Bali dalam penyelundupan narkoba terancam hukuman mati. (foto - AP)

Denpasar - Enam warga negara asing (WNA) ditangkap di Bali saat berupaya menyelundupkan narkoba. Mereka berasal dari Singapura, Hongkong, Chili, Swiss dan Thailand. Seorang wanita asal Singapura yang ditangkap dengan kokain berjumlah kecil. sedangkan tersangka lain menyelundupkan narkoba dalam jumlah besar.

Dilansir Channel News Asia, Kamis (19/12/2019) menurut polisi, mereka tidak akan menjatuhkan hukuman mati pada keenam tersangka keenam. Kelompok tersebut ditangkap dalam insiden penyelundupan narkoba terpisah, pada Desember dan November.

Mereka berbaris dengan tangan diikat dan menggunakan seragam oranye dengan dikawal senapan polisi di kantor bea cukai Bandara Ngurah Rai Bali. Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki beberapa undang-undang narkoba paling berat di dunia, termasuk hukuman mati bagi pelaku perdagangan manusia.

Meski demikian, hukuman mati sering dikurangi dan diganti dengan hukuman penjara yang lebih lama. Indonesia telah mengeksekusi warga negara asing pada 2019, termasuk dua dalang Australia dari geng heroin Bali Nine yang ditembak pada 2015.

Wachid Kurniawan, juru bicara kantor regional Bali dan Nusa Tenggara mengatakan, dua dari enam tersangka adalah pria dari Hongkong, yang ditangkap pada 4 Desember dengan 3,2 kg metamfetamin. Rekannya yang berusia 19 tahun itu ditangkap minggu lalu dengan 4 kg metamfetamin pula, yang dibungkus dengan kemasan makanan hewan di dalam koper.

Kurniawan mengatakan, pria Swiss itu ditangkap 4 November dengan total 30,04 gram (1,06 ons) ganja di kopernya. Dua hari kemudian, petugas bea cukai menangkap pria Thailand dengan 17,76 gram (0,6 ons) ganja yang disembunyikan di pakaian dalamnya.

Lalu wanita Singapura itu ditangkap pada 14 November, setelah petugas imigrasi menemukan kantong plastik kecil dengan 0,35 gram (0,01 ons) kokain di dalam paspornya, sementara pria Chile itu ditangkap dua minggu kemudian dengan 77,26 gram (2,7 ons) metamfetamin cair di koper hitamnya. Demikian dikutip dari Yahoo News.

Kepala Unit Narkotika Polisi Bali Ida Bagus Komang Ardika mengatakan, undang-undang mengizinkan hukuman seumur hidup atau hukuman mati. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia meringankan hukuman mati menjadi hukuman penjara bagi pengedar narkoba. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,