Bongkar Jaringan Prostitusi di Puncak, 4 Mucikari Ditangkap

Bongkar Jaringan Prostitusi di Puncak, 4 Mucikari Ditangkap

Pengungkapan jaringan prostitusi di Villa Kota Bunga kawasan Puncak. (foto - ist)

Cianjur  -  Jajaran  Polres  Cianjur  berhasil   membongkar  tindak   pidana   perdagangan  orang   (TPPO)  di  Villa  Kota  Bunga  Desa  Sukanagalih  Kecamatan Pacet kawasan Puncak. Empat mucikari ditangkap Sat Reskrim Polres Cianjur dalam suatu penggerebekan.
 
Berdasarkan keterangan Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto menyatakan, Muspida dan MUI Cianjur tidak setuju dengan adanya prostitusi di Kota Bunga kawasan Puncak tersebut. Selain empat mucikari, ada juga 12 orang perempuan sebagai korban.
 
"Kami berhasil menangkap mucikarinya. Ada empat orang mucikari yang ditangkap berinisial F, A, D dan K dengan korban 12 orang. Satu laki-laki, 11 perempuan yang berasal dari sejumlah tempat, antara lain Cianjur dan Bogor,” katanya di Mapolres Cianjur, Sabtu (28/12/2019).
 
Menurut Juang, para mucikari tersebut mendapatkan keuntungan. Mereka menjajakan korban dengan sasarannya kepada wisatawan asing, khususnya mereka yang berasal dari negara Timur Tengah. "Mereka biasa beroperasi dari jam satu dinihari hingga jam empat subuh. Tarifnya macam-macam, mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta,” katanya.
 
Dalam penangkapan itu pun, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain uang, mobil, kartu ATM serta kunci mobil. "Barang bukti ada uang sebesar Rp 2,5 juta, handphone sebanyak 12 buah, dua mobil, kartu ATM dan dua kunci mobil," tegas Juang.
 
Berkaitan dengan penggerebekan tersebut, Kepolisian Cianjur juga akan terus berupaya untuk menyisir jaringan prostitusi yang ada di Kota Bunga kawasan Puncak tersebut. Sebab, para mucikari itu kerap kucing-kucingan dengan petugas kepolisian.
 
"Para mucikari tersebut nantinya akan dipidanakan, sedangkan korban akan dibawa ke Departemen Sosial di Sukabumi". Akibat perbuatannya, keempat mucikari tersebut terancam dengan Pasal 2 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007, tentang Pemberantasan TPPO.
 
"Mucikari tersebut terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun dan minimal tiga tahun. Selain itu denda maksimal Rp 600 juta, serta minimal Rp 120 juta," tambahnya. (Jr.)**
 
.

Categories:Nasional,
Tags:,