Banjir & Longsor di Wilayah Jabodetabek Tewaskan 9 Orang

Banjir & Longsor di Wilayah Jabodetabek Tewaskan 9 Orang

Banjir melanda kawasan Perumahan Taman Narogong Indah Bekasi Jabar. (foto - ant)

Jakarta  -  Badan  Nasional  Penanggulangan  Bencana  (BNPB)   menyebutkan,  9  orang  meninggal  dunia  akibat  banjir yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Selain menimbulkan korban, banjir dan tanah longsor di hari pertama tahun 2020 itu juga menyebabkan kerusakan dan kerugian harta benda.

Potensi hujan masih akan terjadi di wilayah Jabodetabek dalam sepekan ke depan. BNPB mengimbau warga yang tinggal di area sungai agar meningkatkan kewaspadaan. "Yang penting selamatkan jiwa terlebih dahulu," kata Kepala BNPB Doni Monardo dalam keterangannya, Rabu (1/1/2020).
 
Petugas mengevakuasi pasangan suami dan istri, Muhammad Ali dan Tihawah yang terjebak banjir di Cipinang Melayu Makasar Jakarta Timur. Ali selamat, sedangkan Tihawah meninggal dunia.
 
"Alhamdulillah satu bisa diselamatkan, yakni Muhammad Ali," kata Dir Samapta Polda Metro Jaya Kombes M Ngajib. Ia mengatakan, Ali berhasil menyelamatkan diri di atas meja saat banjir melanda rumahnya.
 
Namun, kondisi Ali setelah dievakuasi masih lemas. "Posisi yang bersangkutan itu bisa menyelamatkan diri, hanya kesulitannya ada kendala untuk keluar dari rumah itu. Pintu didobrak, kebetulan yang bersangkutan masih bisa diselamatkan," katanya.
 
Sementara itu, di Bogor dilaporkan tujuh orang meninggal dan satu hilang akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah Kabupaten Bogor. Selain itu, bencana alam ini juga menyebabkan tiga orang terluka.
 
Bupati Bogor Ade Yasin menyebutkan, berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Bogor, korban tewas, hilang dan luka tersebar di empat wilayah, yakni  di Kecamatan Kecamatan Nanggung, Sukajaya, Bojonggede dan Gunung Putri.
 
"Di Kecamatan Nanggung 2 meninggal, Sukajaya 3 meninggal, di Jasinga dan Bojonggede masing-masing 1 orang meninggal. Sedangkan satu orang hilang hanyut terbawa arus di Jasinga," katanya.
 
Banjir dan longsor melanda 14 kecamatan di Kabupaten Bogor. Antara lain di Kecamatan Jasinga, Cigudeg, Sukajaya, Nanggung, Parung Panjang, Babakan Madang, Cibinong, Citeureup, Cileungsi dan Gunung Putri. banjir dan longsor terjadi akibat curah hujan sangat tinggi dan lama, sejak Rabu dinihari hingga jelang siang.
 
Banjir terparah terjadi di Kecamatan Jasinga, 11 desa di wilayah itu terendam banjir akibat meluapnya Sungai Cidurian. Banjir bandang pun menyeret dua unit minibus dan seorang remaja bernama Hilman, warga Kampung Parung Sapi Desa Kalong Sawah Kecamatan Jasinga.
 
"Sungai Cidurian masih deras, tadi kami sudah minta petugas di lapangan untuk melarang warga mendekati bibir sungai. Sebab kami melihat cuaca di sini masih berpotensi turun hujan deras," tegas Ade.
 
Banjir juga merendam Perumahan Vila Nusa Indah 1 dan 2 Desa Bojong Kulur Kecamatan Gunung Putri. Luapan Sungai Cileungsi juga merendam rumah warga Mekarsari Residence Kecamatan Cileungsi. "Kami sempat komunikasi dengan Walikota Bekasi meminta bantuan perahu karet, tapi ternyata di Bekasi juga sama kekurangan," katanya.
 
Sejauh ini, tim gabungan hingga sore hari masih melakukan evakuasi korban banjir, pencarian dan penyelamatan korban. Kondisi medan berat karena desa terdampak bencana berada di wilayah pegunungan, pinggir hutan dan aksesnya sulit dijangkau.
 
"Masih banyak jalan tertutup longsor atau amblas, ada juga jembatan putus. Kita mau minta bantuan ke Basarnas juga mereka lagi sibuk menangani banjir di Jakarta dan sekitarnya. Akhirnya kita lakukan penanganan dengan jumlah personel dan alat seadanya," kata Kepala BPBD Kabupaten Bogor Yani Hasan. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,