Warga AS Kecam Serangan ke Iran Protes ke Gedung Putih

Warga AS Kecam Serangan ke Iran Protes ke Gedung Putih

Demonstrasi warga AS kecam serangan ke Iran. (foto - AFP)

Washington DC  -  Para  demonstran  turun  ke  jalan  dengan  meneriakkan  slogan  "jangan  berperang  dengan  Iran" pada Sabtu 4 Januari waktu setempat.

Massa antara lain melakukan protes pembunuhan komandan militer Iran dalam sebuah serangan pesawat drone Amerika. Demonstrasi antara lain berlangsung di Washington, New York, Chicago, Los Angeles dan sejumlah kota lain di Amerika Serikat.

Dilansir AFP, Minggu (5/1.2020) sekitar 200 orang berkumpul di sekitar Gedung Putih sebagai bagian dari gelombang demo yang diserukan oleh organisasi sayap kiri. Mereka meneriakkan slogan "Tanpa Keadilan Tidak Ada Perdamaian" dan "Amerika Keluar dari Timur Tengah".

Berdasarkan informasi, demonstrasi dilancarkan di sekitar 70 kota di Amerika, guna mengecam pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani pada Jumat di Baghdad atas perintah dari Presiden Donald Trump. Serangan itu memicu kekhawatiran eskalasi besar di Timur Tengah.

"Kami tidak akan membiarkan negara kami dipimpin ke sebuah perang baru tanpa perhitungan," kata seorang demonstran di luar Gedung Putih. "Perlu pengalihan perhatian? Mulai perang,” demikian sebuah slogan yang dibawa oleh Sam Crook usia 66 tahun.

(foto - Reuters)

Trump menghadapi persidangan di Senat menyusul pemakzulan dirinya oleh DPR akibat skandal Ukraina. Crook pun mengemukakan bahwa dirinya merasa sangat prihatin atas kenyataan yang ada.

"Negeri ini sedang dikuasai oleh seorang yang tidak stabil mentalnya, yang saya maksudkan Donald Trump. Dia itu ada yang tidak beres di kepalanya," tegas Crook.

"Dia itu gila, dan punya reaksi seperti anak kecil terhadap apa saja. Saya takut dia akan secara tidak sengaja, dan dia tidak benar-benar berniat begitu. Namun, dia secara mudah bisa mulai sebuah eskalasi nyata di Timur Tengah," lanjut Crook.

Sementara itu Shirin, salah seorang warga Amerika keturunan Iran berusia 31 tahun mengataan, dirinya khawatir dengan kemungkinan terjadi perang dengan Iran, yang telah bersumpah akan membalas kematian Soleimani.

"Kita sudah menghabiskan triliunan dolar untuk berperang di Irak, yang merupakan perang paling lama di Afghanistan. Dan apa hasilnya?” katanya.

Ia mengingatkan, invasi Amerika pada 2003 ke Irak telah menyebabkan ketidakstabilan di seluruh kawasan dan justru memperkuat Iran, yang sekarang merupakan sebuah kekuatan besar baik sosial maupun budaya di Irak. (Jr.)**

(foto - Getty Images)

.

Categories:Internasional,
Tags:,