Warga Heran Batu Besar Terjang Ratusan Rumah Kampung Urug

Warga Heran Batu Besar Terjang Ratusan Rumah Kampung Urug

Ratusan rumah di Kampung Urug Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor rusak diterjang batu besar. (foto - ist)

Bogor - Ratusan rumah yang berada di Kampung Urug Desa Urug Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor Jabar rusak berat bahkan hancur, menyusul terjangan batu-batu besar yang menghantam wilayah mereka.
 
Bahkan, warga kesulitan memindahkan batu-batu itu karena ukurannya besar. Batu-batu itu merusak bangunan rumah warga bahkan beberapa di antaranya hanya menyisakan tiang rumah, setelah dinding hancur dan batu masuk ke dalam rumah.
 
Bahkan, sejumlah rumah lainnya rata dengan tanah tertimpa batu termasuk pasir dan lumpur. Peristiwa ini terjadi, pada Rabu 1 Januari pekan lalu. Salah satu warga setempat Mahmud mengatakan rumah miliknya juga hancur tak tersisa dalam kejadian itu.
 
Menurutnya di kampung itu sebelumnya juga tidak ada batu-batu besar termasuk di aliran sungai kecil selebar sekitar 1,5 - 2 meter yang ada di dekat kampung. Sehingga ia pun bingung dari mana batu-batu besar itu berasal.
 
"Sebelumnya enggak ada, justru ini batu dari mana, kok jadi banyak batu," kata Mahmud heran, Sabtu (11/1/2020). Ia mengatakan, dirinya bersama keluarga selamat dari kejadian itu karena di hari kejadian keluarganya tengah pergi berlibur.
 
Diketahui, Kampung Urug merupakan kampung adat yang merupakan salah satu titik bencana dari 128 desa di 28 kecamatan se-Kabupaten Bogor, yang terjadi di hari pertama tahun baru 2020. Pada Rabu 1 Januari pagi, kampung adat itu diterjang banjir yang membawa batu-batu besar, pohon dan material lainnya.
 
Berdasarkan data resmi dari Kantor Desa Urug, di desa ini ada 66 unit rumah warga yang hilang atau tertimbun dalam kejadian itu. Sebanyak 104 rumah rusak berat, 175 rusak ringan dan 289 unit rumah terancam longsor.
 
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, tapi desa ini sempat terisolasi selama 9 hari tanpa listrik dan jaringan telepon seluler. Kampung Urug itu pun berubah menjadi kampung mati, setelah ditinggal 1.766 jiwa atau 640 kepala keluarga (KK) penghuninya mengungsi. (Jr.)**

 

.

Categories:Daerah,
Tags:,